Nge-Blog Sembari Meraup Dollar

meraup dollarBila selama ini aktivitas *nge-blog *di internet dianggap tidak menghasilkan, maka tidak salah jika di blog Anda dipasang link iklan yang memiliki kompensasi yang menarik. Misalnya dengan bergabung dengan program Adsense dari Google.Program-program peraup dollar dari dunia maya sudah banyak dilirik para *netter *di Indonesia. Bahkan seorang teman di Bali rela menyisihkan uang delapan ratus ribu untuk menyewa *hosting* sebesar 300 Gb untuk bermain di Google Adsense. Jika digarap secara terencana, program ini memang menjanjikan. Tengoklah kabar dari seorang webmaster situs shoemoney.com yang mendapatkan cek sebesar 1,1 milyar rupiah. Antara percaya atau tidak, tapi demikianlah yang dikabarkan detikinews. (lebih…)

Iklan

Desember 8, 2007 at 12:14 pm 6 komentar

Memanjakan anak, menjerumuskannya


Seringkali secara tidak sengaja, biasanya untuk menumpahkan kasih sayang, memperlihatkan bahwa kita sayang sekali pada si kecil, kita memanjakan anak dengan berlebihan tanpa disadari efek yang terjadi di masa depan anak. Padahal dengan kemanjaan itu bisa membuat anak tidak survive saat ia dewasa kelak. Ia akan selalu ragu untuk melangkah, tidak yakin mana yang benar dan mana yang salah, tidak percaya diri, karena di tiap langkahnya selalu ada bayangan orangtuanya, biasanya terutama ibunya. 
Apalagi untuk ibu yang bekerja di luar rumah, untuk menebus perasaan bersalah pada anak-anak, seringkali kemanjaan itu diperlihatkan dengan gaya hidup yang konsumtif, memberikan apapun yang anak mau tanpa melihat fungsi, kegunaan benda itu, asal anak senang, maka hilanglah perasaan bersalah itu. Lalu biasanya anak akan sukar untuk mensyukuri apa yang ia miliki, cenderung boros dan senang berfoya2 saat ia bertambah besar. Tidak empati pada sesama, menyepelekan orang yang dibawahnya. Ia juga tidak akan mengerti bahwa uang atau materi yang ia dapatkan adalah hasil kerja keras kedua orang tuanya.Juga dengan membiarkan apapun kesalahan yang diperbuat anak, yah biarlah toh masih anak-anak. Padahal menurut seorang psikolog, pendidikan untuk anak itu akan lebih mudah masuk ketika anak itu berusia dibawah 8 tahun, bila diatas usia itu akan lebih susah lagi untuk mendidiknya. Apapun kesalahan anak tentunya harus diberi sangsi, tentunya sangsi yang tidak berbentuk kekerasan dalam rumah tangga.

Akan lebih mudah bila pola pendidikan dimulai sejak anak masih kecil atau sejak anak masih di dalam kandungan. Dimulai dengan bacaan2 Al Qur’an saat anak tengah dikandung, dibiasakan bacaan Al Qur’an itu untuk didengar telinga anak sejak masih bayi sampai seterusnya, lalu mata anak tidak dimanjakan oleh tontonan2 TV yang tidak ada gunanya atau dibiasakan dengan tontonan orang dewasa, seperti sinetron dimana anak itu belum bisa mencerna apa yang dilihatnya. Orang tua harus pandai-pandai memilih tontonan yang baik untuk sang anak. Bila tidak ada lebih baik tidak menonton TV.

Kemudian  hal  yang penting lagi, menurut seorang psikolog adalah tidak memaksakan kehendak dan memperlakukan anak sesuai usianya. Seringkali orang tua ingin menjadikan anak sebagai little parent, anaknya suka seni orang tua memaksakan ia harus jago bisnis seperti ayahnya. Melihat kelebihan anak di segi apa, misalnya tidak memaksa anak harus pintar matematika sementara si anak lemah di bidang itu, karena untuk survive yang dilihat kan tidak dari IQ saja tapi bisa juga dilihat dari EQ anak. Bila anak masih TK atau SD perlakukan sesuai usianya, juga dalam hal memberi sangsi, tidak memperlakukan anak yang masih SD atau TK dengan didikan anak2 yang sudah masuk SMP atau SMU, atau sebaliknya tidak memperlakukan anak yang telah SMU seolah2 ia masih anak kecil saja.

November 23, 2007 at 4:01 am 3 komentar

Fenomena Kekerasan ABG

Geng di SMA 34 Siksa Yunior
Para Siswa Senior Anggota Geng Juga Melakukan Pemalakan
Jakarta, Kompas – Kekerasan di kalangan remaja kian merebak dan terorganisasi. Muhammad Fadhil Harkaputra Sirath (15), siswa kelas X SMA 34 Pondok Labu, Jakarta Selatan, disiksa seniornya hingga menderita patah tulang. Fadhil diduga dianiaya anggota geng Gazper, yang beranggota ratusan siswa SMA 34.
Kekerasan itu terungkap lewat penuturan Herry S Sirath, orangtua Fadhil. Penyiksaan itu ditengarai juga terjadi terhadap siswa kelas X (kelas I) lainnya hingga beberapa siswa juga mengalami patah tulang. Penyiksaan terhadap Fadhil dan siswa lainnya diduga dilakukan siswa kelas XII (kelas III) anggota geng itu.

Semakin banyak tindak kekerasan yang dilakukan siswa bahkan siswi ABG anak anak remaja, pemalakan, geng motor, penyiksaan, tawuran belum lagi narkoba, obat-obat terlarang, sex bebas, sangat mengerikan untuk seorang ibu yang punya anak2 menjelang remaja.“Kita harus bisa mendidik secara benar dan semaksimal mungkin, selebihnya kita hanya bisa berdo’a menyerahkan semuanya pada Yang Diatas” begitu adikku bilang, ia pula yang memberiku do’a supaya dibacakan sehabis shalat untuk semua putra-putri kecil di keluarga:
Allahumma faqihhu fiddin wa alimhu hikmataka wa ta’wilhu Qur’an fansuruhu (Ave, Anne, Dea, Inka, Cantiqua, Satria, Farida) waj’alhu min ibadika shalihin. Amien
Semoga kehidupan mereka selalu berada dalam lindunganNya, tak ada kenakalan2 yang terjadi pada mereka, tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, AmiienLalu ingat nasihat dari ibu psikolog di sekolah Anne saat pembagian laporan pra evaluasi:

November 15, 2007 at 5:23 pm 8 komentar

gO bloGG

Kufikir pertama kali Blogging tu cuma buang-buang waktu, memang saat kenal pertama aku lagi buang waktu menunggu tahun baru 2001, kenalan ma blogspot, asyik deh bikin aksesori blog, lupa waktu.Dikenalkan sama oppi, temen saat jadi anak buah anne ahira, dengan multiply.com, walah tambah asyik tuh, jadi banyak temen sesama MPers. Tapi agak malu juga nge blog disana, soalnya yang nengok blognya keren-keren, tidak biasa-biasa seperti sederhananya blogku yang tak ada apa-apanya.Ngga sengaja kenalan ma WP, lupa, gimana kenal pertamanya ya? Wah udah deh makin seneng blogging, blogwalk. Sama juga di WP temen-temen blog WPnya bagus-bagus, banyak isi, banyak ilmu.1602840096_02bf5ddb4a_m.jpgBlogku isinya curhat mulu, complain, panik, ngeluh, sedih, seneng, sebel, bete, dan lain-lain, makin banyak isi blog, kubaca ulang, ternyata bikin makin kenal diri sendiri. Aneh ya? jadi selama ini aku sendiri ga kukenal 🙂 bodohh.

Bahwa aku ternyata pengeluh, gampang panik, banyak buang waktu tersadar setelah baca posting sendiri di blog. Untungnya temen-temen banyak kasi saran, moga makin lama kebiasaan burukku berkurang, halahh, pointnya dengan nulis di blog jadi tahu kelemahan-kelemahan yang tak tersadari..bhs apa ini ya?..

Masih banyak lagi tentunya yang belum kutau, satu yang pasti (kayak judul lagu saja!) ternyata aku ga bisa nulis, wualaah payah, aneh banget, kalau ngobrol, bicara, cerita cerewet amat, mau nulis hal kecil, itu otak byar pet byar pet, otakku kekecilan, udah otak wanita itu lebih kecil 10% dari laki-laki, mungkin otakku lebih kecil lagi dari kebanyakan wanita ya hikhikzzhik 😦

November 12, 2007 at 5:54 am 8 komentar

Hati-hati yang pake motor matic

Apalagi bila sedang bawa anak kecil

November 8, 2007 at 7:01 am 1 komentar

Dawson Creek tayang lagi

453318257_0e385fccae_m.jpgYeee keren abis Global , asyiiikkkk banget tayangan TV kesukaan balik lagi, Dawson Creek Season 5 di Global TV mulai 9 Nov 07 jam 22.00, dibintangi Katie Holmes dkk. Setelah “Friend”, ini tayangan TV yang disuka, meski bukan untuk usiaku (kata Anne) 🙂 ga apa apalah daripada tonton sinetron lokal yang cuma jual kemewahan dan air mata, tak ada makna yang bisa dipetik, menonton tayangan TV dari luar selalu ada yang lain, selalu ada makna yang bisa diambil.Sapa yang mau siar ulang “Friend” ya? 😦

November 4, 2007 at 6:25 pm 4 komentar

Menara gading itu mulai terbuka

1019574058_e2bacc716d.jpg

Sementara di Aula Timur dan Barat tengah dibuka Titian Karir Terpadu (selama seminggu Nov 07) yang sesak dipenuhi sarjana2 dari berbagai Universitas, kebanyakan tentunya lulusan ITB dan dihadiri banyak perusahaan ternama dengan tujuan mencari sarjana potensial yang masih belum mendapat pekerjaan untuk ditempatkan sebagai employee perusahaan  tersebut, seorang teman memberi tahu di koran Pikiran Rakyat ada iklan, ITB membuka lowongan pekerjaan sebagai tenaga pengajar (dosen) dengan persyaratan harus telah lulus S3 dengan gaji pokok menggiurkan untuk seorang Dosen (5 jt/bln).

Kening saya mengerut dan bengong beberapa saat, ini kemajuan atau kemunduran?

Tidak sembarangan orang bisa jadi Dosen ITB, dan biasanya telah dipersiapkan sejak mulai mahasiswa di Program S1. Mereka adalah lulusan terbaik dan dikenal trampil dan dekat dengan Dosen. Mereka yang IPKnya biasa-biasa saja jangan harap jadi Dosen disana. Tidak lama setelah lulus S1 mereka sudah menghilang untuk menempuh Program S2 dilanjutkan S3 dan biasanya tidak di ITB. Setelah beberapa tahun mereka pulang untuk mengabdikan ilmunya dengan menjadi Dosen di ITB.

Melihat bagaimana eratnya hubungan antara Dosen, mahasiswa dan alumnus disana, saya fikir mustahil akan ada orang dari luar ITB menjadi Dosen disana, kalaupun ada mungkin hanya satu atau dua orang saja pada satu jurusan. Artinya proses kaderisasi juga kualitas Dosen berjalan baik bila sistem itu dipertahankan.

Saat tengah mencari promotor yang harus bergelar Prof. disuatu  bidang studi pada tahun 2000an terasa kesulitan, karena Prof yang ada tengah menjalani masa Pra Pensiun dan tidak boleh lagi menerima mahasiswa bimbingan. Institut terbaik di Indonesia kaderisasinya terhambat?

Tahun 2006 tengah mencari Dosen disana yang seharusnya sudah pulang karena sudah menyelesaikan Program S3 dari Luar Negri, berkeliling di Lab.Lantai 4, Laboratorium kosong semua yang ada Dosen2 senior dengan jabatan ganda, struktural, fungsional dan mengurus Lab. Beberapa Dosen senior pun ada yang menjalani massa pra pensiun Dosen. “Hak mereka untuk tidak pulang” ketika beliau2 ditanya Dosen yang seharusnya sudah pulang menggantikan mereka tidak juga pulang2. “Hak mereka untuk pergi” ketika beliau2 ditanya Dosen2 muda yang baru datang juga sudah tidak ada lagi di ITB.

Kemajuan atau Kemunduran bila ITB harus menerima Dosen bukan alumnusnya? bila ini memang diperlukan untuk menjaga profesionalisme di semua segi, semoga ini adalah kemajuan, karena keberagamanpun adalah media pembelajaran, walaupun selama ini ITB  adalah Institut Terbaik di Negeri ini. 

Siapa berminat?

 

ctt : gambar diambil dari fickr heryusb

November 4, 2007 at 5:54 pm 2 komentar

Pos-pos Lebih Lama Pos-pos Lebih Baru



This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 236,025 hits

Catatan Lalu

Jadwal

November 2017
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930