Posts filed under ‘Inspiring’

Renungan Hari ini…

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film. Baca lanjutannya disini…

Iklan

April 14, 2008 at 5:19 pm 1 komentar

Gaji multinasional

To all my friends
Sebetulnya yang bikin susah orang Indonesia itu ya orang Indonesia sendiri. Juga berdasarkan pengalaman Dan pengamatan pribadi, sekarang ini mudah sekali menemukan orang HR Dan top management yang orang Indonesia yang menurut pendapat saya tidak qualified untuk posisi mereka. Problemnya, diIndonesia saat ini masih berlaku seniority bukan quality. Dan yang paling susah kalau top management Dan orang HR tidak mempunyai background management Dan leadership qualities.Bagaimana mau memajukan Dan menguntungkan karyawan, mereka sendiri lebih concern dengan kelanggengan posisi mereka sendiri. Mereka memikirkan nasib mereka duluan. Kalau mereka aman, baru mereka memikirkan karyawan. Lagian Kita juga sebagai orang Indonesia jangan dibiasakan dengan pemikiran bahwa expat bule di Indonesia itu lebih bagus dari Kita. Berdasarkan pengalaman saya kerja di luar Indonesia, saya menemukan kenyataan bahwa sebetulnya expat bule di Indonesia sekarang ini banyak yang kualitasnya sama
dengan pekerja biasa di sini. Jadi, kalau memang Ada bule di kantor rekan-rekan, anggap aja mereka itu kolega bukan boss atau superior. Jangan menganggap mereka itu lebih tahu dari Kita. Dan yang paling penting rekan-rekan harus bisa memanfaatkan peluang agar mereka share ilmu Dan pengalamannya dengan Kita.

Bicara soal gaji, memang ironis. (lebih…)

Januari 31, 2008 at 5:20 pm 7 komentar

Nge-Blog Sembari Meraup Dollar

meraup dollarBila selama ini aktivitas *nge-blog *di internet dianggap tidak menghasilkan, maka tidak salah jika di blog Anda dipasang link iklan yang memiliki kompensasi yang menarik. Misalnya dengan bergabung dengan program Adsense dari Google.Program-program peraup dollar dari dunia maya sudah banyak dilirik para *netter *di Indonesia. Bahkan seorang teman di Bali rela menyisihkan uang delapan ratus ribu untuk menyewa *hosting* sebesar 300 Gb untuk bermain di Google Adsense. Jika digarap secara terencana, program ini memang menjanjikan. Tengoklah kabar dari seorang webmaster situs shoemoney.com yang mendapatkan cek sebesar 1,1 milyar rupiah. Antara percaya atau tidak, tapi demikianlah yang dikabarkan detikinews. (lebih…)

Desember 8, 2007 at 12:14 pm 6 komentar

Fenomena Kekerasan ABG

Geng di SMA 34 Siksa Yunior
Para Siswa Senior Anggota Geng Juga Melakukan Pemalakan
Jakarta, Kompas – Kekerasan di kalangan remaja kian merebak dan terorganisasi. Muhammad Fadhil Harkaputra Sirath (15), siswa kelas X SMA 34 Pondok Labu, Jakarta Selatan, disiksa seniornya hingga menderita patah tulang. Fadhil diduga dianiaya anggota geng Gazper, yang beranggota ratusan siswa SMA 34.
Kekerasan itu terungkap lewat penuturan Herry S Sirath, orangtua Fadhil. Penyiksaan itu ditengarai juga terjadi terhadap siswa kelas X (kelas I) lainnya hingga beberapa siswa juga mengalami patah tulang. Penyiksaan terhadap Fadhil dan siswa lainnya diduga dilakukan siswa kelas XII (kelas III) anggota geng itu.

Semakin banyak tindak kekerasan yang dilakukan siswa bahkan siswi ABG anak anak remaja, pemalakan, geng motor, penyiksaan, tawuran belum lagi narkoba, obat-obat terlarang, sex bebas, sangat mengerikan untuk seorang ibu yang punya anak2 menjelang remaja.“Kita harus bisa mendidik secara benar dan semaksimal mungkin, selebihnya kita hanya bisa berdo’a menyerahkan semuanya pada Yang Diatas” begitu adikku bilang, ia pula yang memberiku do’a supaya dibacakan sehabis shalat untuk semua putra-putri kecil di keluarga:
Allahumma faqihhu fiddin wa alimhu hikmataka wa ta’wilhu Qur’an fansuruhu (Ave, Anne, Dea, Inka, Cantiqua, Satria, Farida) waj’alhu min ibadika shalihin. Amien
Semoga kehidupan mereka selalu berada dalam lindunganNya, tak ada kenakalan2 yang terjadi pada mereka, tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, AmiienLalu ingat nasihat dari ibu psikolog di sekolah Anne saat pembagian laporan pra evaluasi:

November 15, 2007 at 5:23 pm 8 komentar

Harta Karun untuk Semua oleh Dewi Lestari

Mari kita lebih peduli pada nasib Bumi kita !
Save the Nature, Save the Earth !!!

Harta Karun untuk Semua
oleh Dewi Lestari

Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang. Ada satu
buku yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: “Stuff –
The Secret Lives of Everyday Things”. Buku itu tipis, hanya 86
halaman, tapi informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan
ribuan mil dari mana barang-barang kita berasal dan ke mana barang-
barang kita berakhir.

Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan
waktu ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila
mana yang mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa
penggunaannya hanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang
hanya bertahan sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah,
ditimbun di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi
fosil.
(lebih…)

September 27, 2007 at 4:20 pm 4 komentar

APA YANG KITA SOMBONGKAN?

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”
Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang
lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.

Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.

Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.
Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”.

Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego. Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan
sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.

Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita
sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?

Be happy!

Juli 30, 2007 at 5:14 pm 2 komentar

Cerita Ringan

Sekelompok alumni satu Universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis – dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah – dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan : “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”

“Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.”

“Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang di sediakan bagi kita.”

Kita memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.

Juli 29, 2007 at 6:19 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama



This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 235,469 hits

Catatan Lalu

Jadwal

September 2017
S S R K J S M
« Mei    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930