Kepuasan dalam Hidup

Oktober 17, 2007 at 6:19 am 1 komentar

523277391_d7c56562bb_m.jpgPuaskah? Bila puas, selamat kamu termasuk orang yang bahagia. Diukur dari apa? cuma kamu sendiri yang bisa menjawabnya, dengan jujur tentunya. Bila ingin tahu coba jawab kuis ini (dari oprah.com) :
1 = Not at all true
4 = Moderately True
7 = Absolutely True

1.In most ways, my life is close to ideal.
1 2 3 4 5 6 7
2.The conditions of my life are excellent.
1 2 3 4 5 6 7
3.I am satisfied with my life.
1 2 3 4 5 6 7
4.So far I have gotten the important things I want in life.
1 2 3 4 5 6 7
5.If I could live my life over, I would change almost nothing.
1 2 3 4 5 6 7

Kamu puas dan bahagia bila nilaimu lebih dari 31.

Bahagiakah saya? Bila saya haru mengisi kuesioner tentang kebahagiaan, baru membacanya saja dan belum menjawabnya pun saya tahu, I am unhappy person. Dan saya masih terus mencarinya, kenapa?

Bahagia bisa dicari dan datang dari hatimu sendiri. Semua tahu, ia tidak bisa dicari dari luar, dari apa yang kita miliki. Kadang merasa bersalah, saya tidak bahagia bukankah artinya saya tidak bersyukur atas apa yang telah saya miliki? Berdosa kan? pada Allah terutama.

Lalu apa yang buat saya tidak bahagia? Saya sudah memiliki semuanya, meski tidak berlebih, saya sudah mendapat semua yang saya inginkan, saya bekerja, pekerjaan saya pun sesuai dengan yang saya inginkan sejak kecil. Saya sekolah malah pada tingkat sekolah yang paling tinggi, itupun adalah cita-cita saya sejak dulu, sekolahpun bukan sepenuhnya biaya pribadi. Saya memiliki putra putri yang sehat, sempurna, sangat membanggakan sama sekali tidak merepotkan.

Saya belum bisa membahagiakan kedua orang tua saya, mungkin itu yang buat saya belum bahagia. Tapi apa mereka menuntut saya? mereka ingin itu ingin ini? Tidak, sama sekali tidak pernah, beliau tidak pernah meminta apapun, malah selalu ingin memberi.

Seharusnya saya merasakan bahagia itu, semua yang membahagiakan saya bisa saya lakukan, bisa beli dan baca buku yang saya sukai, bisa santai kapanpun saya mau, pekerjaan saya tidak punya waktu yang ketat seperti jam kantor. Itu yang saya mau, saya tidak tahan bila harus disandera waktu, meski honornya besar. Bisa mengasuh buah hati saya kapanpun saya mau, dekat dengan kedua orang tua, bisa blogging, browsing, blogwalk kapanpun saya mau.

Seringkali bahagia, saya mengukurnya dan membandingkannya dengan apa opini atau kata orang. Sukses secara tradisional dan menurut hampir seluruh dari kita diukur dari materi yang kita miliki. Dan bila ditengah pembicaraan hal2 seperti itu rasa percaya diri saya mengawang2, hilang, lenyap, tak berbekas. Dan banyak teman dan saudara menghubungkan kekayaan dengan gelar kesarjanaan. Makin tinggi gelar “harus” makin kaya, hal itu pendapat semua orang sama, tidak bisa ditawar.

Dan selalu saya ingat saat saya curhat pada ibu, yang punya adik ipar lulusan SMP punya Rumah Makan dimana-mana dan tentunya hartanya sangat berlebih. Rasanya malu, saya bilang ibu. Ibu tertawa, saya makin malu, “Apa tujuanmu sekolah lagi, karena ingin lebih kaya? Bila memang demikian kenapa uang yang dipakai untuk sekolah tidak dari dulu dipakai untuk modal berbisnis supaya kamu bisa lebih kaya?” Dan saya jauh lebih malu lagi pada ibu yang sekolahnya sampai pada sekolah menengah tapi pemikirannya jauh melebihi saya.

Punya rumah besar, mobil mewah, jabatan tinggi, bekerja di perusahaan ternama, keliling dunia itulah ukuran kesuksesan dan bisa membuat bahagia. Sepertinya itu bisa membuat saya bahagia. Tapi apakah semua hal itu harus menghambat fikiran saya hari ini untuk merasa bahagia? Bisa saja hal2 tersebut jadi tujuan kita hidup, tapi jangan hidup untuk hari esok sementara hari ini tidak bisa kita nikmati.

Saya tahu semua teorinya, tapi susah menerapkannya. Seharusnya saya tidak peduli apa kata orang. Maka saya nyaman hanya bila saya sendirian atau hanya dengan teman dan saudara yang dekat dengan saya. Dan saya sangat tidak nyaman berada ditengah keramaian, banyak orang dan banyak pembicaraan.

Entry filed under: My Diary, Personal. Tags: , , .

Bahagiakah saya? Indonesia punya siapa?

1 Komentar Add your own

  • 1. teddy  |  September 14, 2010 pukul 3:42 pm

    kepuasan ada klo kita bersyukur🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,511 hits

Catatan Lalu

Jadwal

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: