Transisi PTN-PTS

Agustus 21, 2007 at 4:32 pm 1 komentar

Saat berbincang dengan seorang dosen sebuah PTN ternama di Jakarta, saya tidak percaya, ketika beliau bilang bahwa salah satu PTN ternama di Bandung hanya menerima mahasiswa baru sejumlah 18% lewat jalur SPMB, sisanya mahasiswa diterima lewat jalur khusus yang biayanya jauh lebih mahal. Beliau mencari tau karena salah satu puteranya akan memasuki bangku kuliah dan ingin kuliah di Bandung. Sudah tidak efektif lagi untuk memasukkan puteranya lewat jalur khusus karena persaingannya tentu akan jauh lebih berat, karena pengurangan penerimaan mahasiswa lewat jalur SPMB, beliau bilang. Harus menyediakan uang sekitar 60 juta untuk memasukkan puteranya ke PTN di Bandung, meski beliau tau kalau puteranya prestasinya bagus di SMU, tapi mengingat daya saing yang cukup tinggi, beliau baru akan tenang kalau bisa mendapatkan uang 60 juta untuk memasukkan puteranya ke PTN yang dicita-citakannya. “Uang itu saya dapatkan dari mana ya?, saya kan cuma seorang dosen yang tidak punya uang sebanyak itu?” katanya. Saya hanya bisa menyemangatinya, putera Bapak pasti diterima, karena prestasinya kan bagus sewaktu di SMU.

Saya yakin, saat itu, tidak mungkin PTN hanya menerima 18% lewat jalur SPMB, dan 82% lewat jalur khusus. Tidak mungkin, tidak manusiawi. PTN punya negeri, punya rakyat, harus berfihak pada rakyat sedang rakyat masih banyak yang tidak mampu dibandingkan yang mampu dan berlebih. Yah meski ada jalur khusus tapi minimal 50% harus diterima melalui SPMB. Ternyata di Bandungpun, beberapa teman ikut gelisah, seorang temen staf pengajar pontang-panting cari uang 17,5 juta untuk memasukkan puterinya ke universitas yang dahulunya IKIP, sebuah institut yang dahulu bisa dihitung sebagai PTN yang paling murah. Teman lain perlu 15 juta untuk memasukkan puterinya ke D3 universitas negeri di Bandung.

Ternyata beberapa tahun belakangan ini, ada pergeseran bila kita membandingkan antara PTN dan PTS, pada beberapa hal di rentang waktu katakanlah sepuluh tahun yang lalu dan sekarang.

Saya baru percaya bahwa PTN hanya menerima mahasiswa baru sebanyak 25-30% lewat jalur SPMB setelah membaca wawancara “Republika” yang mewawancara ketua Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta). PTN sekarang tidak bisa disebut murah bila dibandingkan dengan PTS pada umumnya, meskipun ada beberapa PTS yang lebih mahal dibanding PTN. Dahulu PTS manapun selalu lebih mahal dibanding PTN manapun.

Dahulu PTN terbatas jumlah mahasiswanya, sekarang PTN menerima ribuan mahasiswa melalui jalur-jalur yang sengaja dibuat seperti D3 dibuat puluhan jurusan, Ekstensi, kelas eksklusif, kelas eksekutif, kelas sabtu minggu, kelas jarak jauh dll dan dibuat berkelas-kelas.

Dahulu PTN disubsidi Negara, sekarang PTN akan menjadi ladang uang yang menggiurkan. Coba saja hitung katakanlah ada 2000 mahasiswa baru, 25-30% diterima lewat jalur SPMB, misalnya 70% saja diterima lewat jalur khusus. Maka akan ada 1400 mahasiswa baru lewat jalur khusus Bila 1 orang saja membayar minimal 40 juta, biaya jalur khusus maka 40.000.000 dikalikan 1400 mahasiswa sama dengan 56.000.000.000. Sementara banyak yang membayar lebih dari 40 juta, saya pernah mendengar orang tua ada yang membayar 100 juta/mhs baru. Belum dari uang yang dikumpul dari mahasiswa lewat jalur SPMB yang juga tidak bisa dibilang murah, dan juga coba dikalikan dengan uang yang dikumpulkan sejak 4 tahun yang lalu. Berapa milyar yang terkumpul, malah mungkin menembus angka trilyun, bila mahasiswa ada 15000 total seluruh angkatan dari semua jurusan, coba hitung berapa uang yang terkumpul?

Ngga ada urusan sih, mereka dapat uang berapa, saya cuma ingin tau uang sebanyak itu dipergunakan untuk apa? masalahnya, setelah beberapa tahun sistem tersebut berjalan, saya lihat sepertinya di Lab. atau fasilitas di kampus PTN tidak bertambah, peralatan dan lain-lain.

Teman-teman yang menjadi dosen disanapun kebanyakan curhat, mengeluhkan, banyak sistem terutama manajemen dirubah, ketatnya sangsi kehadiran, ketatnya kenaikan pangkat dll, satu yang tidak berubah adalah kesejahteraan SDM, dosen, staf dll. Tapi entahlah ya kalau untuk mereka yang menjabat di struktural.

Untuk menyekolahkan para Dosennya? pun sepertinya tidak lah ya, karena sejak dulu Dosen PTN bila sekolah keluar negara adalah melalui beasiswa. Mudah rasanya mereka sekolah diluar, pertama karena Dosen PTN adalah mahasiswa terbaik dan pilihan, tidak semua mahasiswa bisa melamar menjadi Dosen di PTN, mereka adalah mahasiswa2 pilihan. Yang kedua adalah karena mereka mendapat rekomendasi dari Prof, Dosen senior yang biasanya namanya cukup terkenal di tempat Ia menuntut ilmu dahulu. Dan beberapa teman setelah lulus beberapa tahun malah tidak kembali untuk mengabdikan ilmunya. Dosen seniornya yang menjawab pertanyaan saya kenapa mereka tidak kembali setelah beberapa tahun lulus. Seandainya mereka pulangpun, tidak ada yang bisa dikerjakan disini kecuali mengajar, beberapa peralatan rusak, dan wawasan mereka yang masih muda2 tidak akan bertambah bila kembali ke PTN ini. Biarlah mereka mendapat tambahan ilmu dengan bekerja di industri dan mengajar di luar negeri yang fasilitasnya lengkap, pula mereka bisa mengumpulkan uang terlebih dulu sebelum kembali kesini yang belum tentu disini honornya mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari.

Nah kalau semua tidak, lalu uangnya untuk apa yak?

Entry filed under: kampus. Tags: .

Saya benci pesta Virus Blogging

1 Komentar Add your own

  • 1. gege  |  Juli 8, 2008 pukul 2:22 am

    ga adil…
    masa negeri biayanya bisa jauh lebih mahal..
    malahan bisa lebih murah yang swasta..
    dikemanain tuh uang??
    kalo ga bersih dari sekarang.. mau jadi apa negara kita beberapa tahun kedepan???
    ingat.. besok kiamat!!!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,463 hits

Catatan Lalu

Jadwal

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: