3x korban Siak NG – UI

Agustus 13, 2007 at 6:03 pm 46 komentar

Di UI, ada yang namanya Siak-NG, yi sistem informasi akademis – new Generation, tujuannya tentunya baik, jadi dimanapun mahasiswa berada dia dapat melihat segala sesuatu yang berhubungan dengan status akademisnya secara on line, baik nilai, pembayaran, rencana studi, dll, juga bisa add/drop rencana studi, tanpa harus ke kampus. Bagus, memang keren sekali menurutku, apalagi untukku yang tidak tiap hari berada di kampus, system tersebut sangat memudahkan. Menyingkat waktu, mengirit biaya dan bisa diakses kapan saja selama masih bisa conect ke internet.
Itu menurut teorinya, pada prakteknya, khusus untukku, ternyata malah membuat tambah ruwet dibandingkan system manual atau system yang tidak online. Tiga kali aku dibuat pusing oleh system tersebut, dibuat mondar-mandir, bolak-balik dikarenakan sesuatu yang jelas-jelas bukan kesalahanku. Kenapa aku bisa bilang kalau itu bukan kesalahanku? Soalnya aku sama sekali tidak berbuat salah, lalai atau yang lainnya, dan hampir 100% mengikuti prosedur yang berlaku juga taat pada jadwal yang telah ditetapkan universitas.

Kejadian pertama aku dibuat bengong seharian, hanya untuk membayar uang kuliah. Bengong? Siang hari, pada jam kerja, staf karyawan dan beberapa pimpinan mengikuti pengajian menyambut bulan puasa, setelah pengajian yang berjam-jam diikuti dengan prasmanan dan ngobrol-ngobrol yang juga berjam-jam. Berpuluh mahasiswa menunggu diluar menunggu pelayanan mahasiswa dibuka kembali. Boleh marah? Tidak, tentu, karena mereka tengah mendengarkan pengajian, walaupun dari luar kedengarannya lebih banyak tertawanya seperti tengah menonton dagelan daripada mendengarkan ceramah keagamaan. Entahlah, tapi menurutku meski itu adalah acara pengajian rasanya tidak etis, karena dilaksanakan ditengah jam kerja, lagipula menurut ajaran agama Islam, bahwa bekerja pun adalah ibadah, melayani mahasiswa adalah ibadah, karena itu adalah pekerjaannya, melalaikannya itu adalah mendzalimi hak-hak mahasiswa yang memang jam nya untuk dilayani.

Kejadian kedua, saat mengisi IRS di SiakNG, mata kuliahku tidak ada, berkali kali dan berhari hari aku lihat secara on Line tetap tidak ada. Kufikir kesalahan system sampai akhirnya aku dipanggil manager pendidikan bersama beberapa teman yang mengalami kejadian yang sama, dan semakin yakin itu adalah kesalahan system karena bukan aku sendiri yang mengalami. Sampai didepan meja manager pendidikan, bukannya penjelasan yang diterima tapi benar-benar pelecehan dan sikap yang tidak bersahabat dengan marah-marah dan kata-kata yang ketus yang keluar dari seorang pejabat fakultas. Kita terhenyak, dari saat pertama menghadap, dan semakin shock ketika harus mengisi surat yang ditandatangani diatas materai bahwa kita tidak akan lagi mengulangi kebodohan semacam itu. Pejabat itu dengan matanya yang sinis mengejek, kalau kita benar-benar gaptek, belum pernah buka internet ya? Tanyanya. Kujelaskan masalahnya, ia tidak mau mendengar malah bilang, kenapa teman yang lain yang tidak iktu menghadap, yang seangkatan denganku bisa benar mengisi rencana studi. Kaget, dan benar-benar marah, untunglah temanku lebih sabar dan bisa menenangkanku untuk tidak marah “Ikuti saja kemauannya, tidak apa-apa, tidak akan rugi, tenang saja semester depan kita kan sudah lulus” temanku bilang dan aku luluh.

Kejadian ketiga, hanya menimpa aku sendirian, tetapi inipun bukan kesalahanku. Aku pernah cuti satu semester, sesuai kebijakan UI, pada masa cuti, masa studiku tidak dihitung, artinya, masa studiku masih ada satu semester lagi. Di catatan Siak-NG pun ada tertera. Saat mendekati batas pembayaran uang kuliah habis, kucek saldo di atmku tidak berkurang atau tidak didebet untuk bayar uang kuliah. Tentunya aku khawatir, karena melewati batas ada denda sebesar 50% dari jumlah uang kuliah, denda yang cukup besar tentunya. Langsung ku telpon BNI UI depok. Mendapat jawaban kalau NIMku tidak ada di BNI artinya aku sudah tidak terdaftar dan sarannya aku harus ke fakultas untuk mendapat penjelasan langkah selanjutnya agar bisa membayar uang kuliah. Dari sini aku sudah mulai heran, kenapa aku yang disuruh datang? Kenapa hal yang mudah, tinggal memasukkan NIM ku ke bank BNI, kemudian bank nya mendebet ATM ku, sepertinya akan dibuat susah? Tidak apalah kuturuti saja kemauan universitas aku harus datang ke depok, mudah2an sampai sana aku diberi pengantar dari univ. untuk bayar cash di bank, karena ternyata orang BNI pun tidak tahu no.rek universitas tempat membayar uang kuliah –aneh- seperti no rek. yang rahasia sekali, sehingga tidak ada satupun yang tahu yang punya akses kesana sekalipun orang Banknya sendiri. Dan harapanku tidak menjadi kenyataan, setelah menunggu 2 jam untuk satu lembar surat pengantar dari fakultas ke rektorat, di rektorat, direktorat keuanganpun, surat itu ditolak. Mereka bilang percuma karena sekalipun aku membayar cash, datanya tidak akan bisa mereka update. Jadi Direktorat keuangan rektorat pun tidak mau memberi surat pengantar ke Bank agar aku bisa bayar uang kuliah. Bolak-balik, naik turun lantai, di fakultas dan rektorat, di Dir.Keuangan lantai 4 aku menangis, benar-benar menangis, bukan karena aku lemah, cengeng karena hal sepele itu. Tapi aku menangisi pengorbananku hari itu rasanya tidak sesuai dengan masalah yang seharusnya mudah2 saja, bila UI punya standar operasional hal-hal yang harus dilakukan bila ada kejadian seperti yang menimpaku. Jadi antara fakultas dan rektorat tidak saling menyalahkan dan mengorbankan mahasiswa yang jelas-jelas tidak bersalah. Dan hampir semua yang terlibat disitu terfokus pada „apakah aku akan kena denda nantinya, bila membayar lebih dari batas waktu yang telah ditetapkan?“ Oh, God, Ya Allah, kenapa mereka itu tidak terfokus pada bagaimana menyelesaikan permasalahanku? Bagaimana cara menanganinya kalau ada mahasiswa lain yang mengalami masalah yang sama?

Kenapa uang, uang melulu yang ada dalam fikiran? Coba lihat PTN jadi BHMNpun, yang terfikir hanya bagaimana cara mengumpulkan dana dari masyarakat sehingga dapat menghidupi PTN. Uang kuliah naik tinggi, jalur khusus dibuat melibatkan puluhan juta rupiah per mahasiswa, uang denda dari 150 ribu rupiah jadi 3 juta lebih, jatah SPMB dikurangi, mengurangi jatah rakyat yang tidak mampu, jalur khusus diperbanyak. Adakah level profesionalitas ditingkatkan? 3 kali selama tiga semester aku mengalami hal-hal yang tidak menunjukkan tingkat profesionalitas administrasi yang bagus. Semua Dosen di PTN pun mengeluhkan sulitnya dapat fasilitas yang bagus, juga tingkat kesejahteraan dosen yang masih minim. Lalu untuk apa uang rakyat dikumpulkan, bila tak ada timbal baliknya untuk kemajuan pendidikan bangsa?

Entry filed under: Personal. Tags: .

Fur Sale : Escape 2004 13 s/d 18 agustus 2007

46 Komentar Add your own

  • 1. loli  |  September 5, 2007 pukul 10:02 am

    kita senasib…………………………………..

    Balas
  • 2. Nunie  |  November 8, 2007 pukul 8:59 am

    apa iya segitunya? yah, menurut saya sih kita sebagai mahasiswa UI juga harus memahami, SIAK NG itu masih baru dan butuh banyak perbaikan.. sabar aja.. fakultas saya juga begitu kok, gak cuma anda yang mengalami hal yang tidak enak karena SIAK NG.. Percaya deh, air mata yang dikeluarin staf-staf IT yang nerima banyak keluhan, makian, cacian, bahkan sumpahan itu lebih banyak… Kita coba empati aja ama mereka, namanya aja teknologi baru, jadi ya pasti masih banyak kekurangan…
    Semangat yah kuliahnya!

    keliatannya kesalahan bukan pada staf IT, Nunie, administrator dan birokrator yang konvensional nan arogan itu yang menyebalkan, sudah salah, tidak merasa salah malah bikin mahasiswa pusiiiing

    Balas
  • 3. smith  |  Desember 24, 2007 pukul 8:33 am

    iya sama gw juga pernah dibuat repot, ini juga gara-garasistem pembayaran yang “katanya bikin mudah” tapi malah bikin susah.
    waktu itu gw mau bayar di BNI UI tapi katanya harus lewat ATM, ya udah gw nebeng aja ama temen gw, dan ternyata bisa, tapi setelah 3 atau 4 minggu gw masih aja di tulis belum membayar di siak-ng , dan sampe masa mengisi irs habis juga masih belum ditulis, ya udah gw langsung ke kampus aja . di kampus juga sama aja ,gw tanya ke sekretariat eeeehhhh gw malah di tuduh belum bayar, tapi untungnya gw punya bukti dari ATM, ya udah gw di suruh ke dekanat aja. di dekanat gw malah di marah-marahin katanya kalo mau bayar langsung aja ke bank ,tapi gw bilang kalo bayar cuma bisa lewat ATM, nah tu bapak-bapak di dekanat (gw lupa namanya ) dengan sok tahunya ngajarin gw cara bayar di bank . gw debat aja ama tu orang nah tu orang mulai keki juga soalnya gw bawa brosur tentang siak ng dan cara bayarnya, nah tu bapak-bapak keki juga kali ya? setelah berdebat lama dan bete juga ngadepin orang kolot sok penting di dekanat, datanglah ibu-ibu yang bilang kalo ada juga orang sama kaya gw, duh lega dikit tapi aneh juga ada orang yang sama menderita kok lega sich?nah gw trus di oper-oper lagi di suruh ke wadek , nah gw kan jarang bgt ke dekanat gw tanya orang di sana eeehh malah gw dioper-oper naik turun lantai kan capek . setelah lama dan capek naik turun lantai gw akhirnya ketemu ma tuh wadek eh malah di suruh ke bagian PAU tapi jangan lupa bawa bukti ATM dan print Pembayaran siak ng, capek deh gw PAU kan jauh di rektorat mana gak ada bikun lagi. dan berjalanlah gw ke PAU . di PAU gw tanya-tanya eHHHH gw malah di oper lagi KAtanya gw harus ke lantai 4 gedung rektorat. caaaaaappeeekkk dehhhh . ya udah gw ke gedung rektorat aja lantai 4 bag keuangan. di sana gw bingung abiss gak ada yang ngelayanin ,untung ada bapak2 yang nanya gw gw bilang aja masalah gw. untungnya gw bawa barang bukti bon dari ATM dan print dari siak ng. nah di sana ada mba2 namanya PURI , dia mau ngecek dulu katanya, setelah menunggu lama akhirnya benar itu semua kesalahan system yang katanya lagi bikin mudah namanya siak ng.”ya udah mas besok juga udah bisa kok , ini salah systemnya, dari BAnk udah ada tapi belum masuk ke system UI” kata mba puri yang ternyata juga mahasiswa ekstensi UI. lha mana gw taw itu salah system .ya udah gw pulang aja bete ama nie sistem.bzoknya gw balik lagi ke kampus dan itu pake ongkos kan?!! ehh ga taw nya masih belum ya udah gw dateng aja ke rektorat lantai 4 . ketemu lagi ama mba puri . gw bilang aja belum mba dan dia langsung nelpon orang ,siapa dia gw nggak kenal tapi gw disuruh nunggu lama.akhirnya setelah melalui proses panjang gw berhasil , GOOOOAAALLLL senengnya !!!!! gw langsung cek aja di siak ng tapi pas maw ngisi IRS eh banayk yang penuh mata kuliahnya. dari semua ini gw capek bgt, karena kesalahan system gw jadi capek ,gw jadi rugi waktu ,materi ,dan gw masih di marahin ma orang di dekanat siaaaaalllll

    Aq jadi trauma deh Smith, bila harus berurusan dengan masalah admin di UI. Dan ga habis fikir universitas sebaik itu administrasinya masih berfaham konvensional bahkan dengan adanya Siak NG pun malah jadi tambah susah. Bukan sistemnya sih tapi SDM nya tuh minta ampyuuuun deh, dan bukan aku saja semua teman2ku pun bilang begitu, bahkan mereka yang ga punya masalah. Kasus yang ketiga itu, sama sekali itu kesalahan admin di UI, aq disuruh dateng hanya untuk mengantar surat dari dekanat ke rektorat, bayangin deh dari bandung suruh ke depok hanya untuk mengantar surat dari satu gedung ke gedung lain, mendingan kalau itu kesalahanku padahal sama sekali bukan, aku malah korban, boro2 minta maaf eh malah dijutekin sial banget kan? Untunglah dosen2 di Program Studi baik banget, malah mungkin dosen2 terbaik di Indonesia, jadi agak terhibur deh

    Balas
  • 4. smith  |  Desember 24, 2007 pukul 8:37 am

    bakar aja tuch rektorat

    Gedungnya? jangan dunk nanti data kita hilang🙂

    Balas
  • 5. tralalla  |  Januari 8, 2008 pukul 4:55 pm

    mmmph..gimana klo qta hacked aza siak ng nya,,
    qta minta para hacker2 yang jago buat ngerusak sekalian sistemnya..
    lagian belum settle dah di pake,,
    sok abiz

    Balas
  • 6. karso  |  Januari 14, 2008 pukul 5:28 am

    iya, ga propesional, hari ini contohnya, katanya reg. akademik sudah dibuka hari ini, tp nyatanya? uda mahal2 bayar ke warnet, berharap bs segera selesai regristrasi, tp ga taunya?? ga bs tepat waktu, buang-buang duit dan waktu gue aja!!!!

    Balas
  • 7. Ata  |  Januari 14, 2008 pukul 11:27 pm

    Sistemnya lambat.. Jd moto yg harus kita pegang adalh “Siapa Cepat Dia Dapat”
    Gw kesel..sampe hari INI pun gw blm bisa nge-klik, krn tertulis “belum menyelesaikan registrasi administrasi”..
    WOOOOIIIIII gw udah ke DEBET kaleeee!! maksudnya apaaaaaa???
    Membiarkan gw merana ga lulus2 krn ga bisa nge-klik “skripsi” kah?? kutil.
    HUhuhuhu… ada saran ga?
    Tolong email ke email gw dunks.. endah.permatasari@gmail.com ok?

    Balas
  • 8. shiro  |  Februari 12, 2008 pukul 6:05 am

    sama,cuma lbh parah gw…
    gw smp 3 x kena denda,..
    gr2 siak ng na g mw debet mulu…
    50% cing…gile kn????
    cape deh gw..

    Haaa??? 3 kali? padahal salah sistem kan? rugi amat shir berapa juta tuh, UI kaya banget ya sepertinya hasil mengumpulkan denda mhs, kalo saya sih ga mau kena denda kalau bukan kesalahan saya Shiro

    Balas
  • 9. adee  |  Maret 30, 2008 pukul 9:13 pm

    Kayaknya dari cerita loe semua…..kesalahan bukan pada sistem siak anjing, eh NG, tapi pada SDM-nya. Kalo siak NG sih gw ngga pernah punya masalah. pernah sih, tapi bisa langsung beres tanpa repot. masalah berat yang pernah gw alamin adalah ngga bisa ngambil matakuliah sehingga ngga bisa lulus tepat waktu. Padahal gw ngga pernah ngga lulus kuliah. jadi ada sekita 10 orang yang punya masalah yang sama. ada matakuliah yang tabrakan dengan matakuliah lain, sehingga itu ngga bisa diambil. alhasil, kita bersepuluh (meskipun ngga saling kenal, karena beda jurusan) sama sama ke dekanat. orang-orang di situ ngga ada yang mau tau. pokoknya kita yang salah. gw inget banget tuh nama ibu ibunya….Inge, so slut and bitch!!!. dia minta kita ambil kuliah itu semester depan….(lu kate bayar spp murah??) ya jelas anak anak ngga terima dunk. jadi dari awal semester sampe hampir pertengahan sebeum midtest, kita masih berjuang ngemis-ngemis (udah ngemis-ngemis padahal, masi ngga dibuatin kelas baru, brengsek ngga tuh?). dalam usaha itu, beberapa orang mulai kandas, nyerah dan pasrah pada sistem. tapi gw dan 3 temen sejurusan ngga mau nyerah. akhirnya gw punya ide untuk minta langsung pada dosennya. kalo dari dekanat ngga bisa, kita masuk ke lobang lain, lewat dosen. setelah kita bujuk dan rayu, tuh dosen berbaik hati mau rela bikin kelas baru buat kita. untungnya kita semua bisa lulus tepat waktu. tapi yang jelas pengalaman itu ngga akan pernah gw lupa.

    ciri ciri pegawai dan staff ui:
    -sok tauk
    -blagu (kalo mau blagu, ada juga mahasiswanya. dia cuman jadi pelayan mahasiswa di ui kok blagu?)
    -sok penting (biasa lah baru duduk di atas, pengen ngerasain “nginjek-nginjek”
    -ngga ramah (ngga usah ditanya lagi, ui nomor satu di sini)
    -sok galak (padahal makannya dari uang mahasiswa juga, seharusnya kita yang galak)
    -NG (you know what i mean)
    -kalo ada yang mau nambahin silakan

    yang ironis lagi, gw sering jalan jalan ke kampus tmen gw yang ecek ecek. tapi kok mbak mbak dan mas mas adminnya ramah ramah ya? ampe malu gw ngeliat tuh kampus. kampus kecil aja bisa bagus. ui yang gede blagunya doang. skill ngga ada, keramahan nol. norak norak norak, blagu, blagu, sok canggih, sok complicated…..padahal ta*.

    untungnya dosen dosen pada baik dan helpful, jadi lumayanlah. ob, cleaning servis, dan satpam (ada juga sih satpam yang sok sok polisi gt–drunk with power) pada umumnya ramah ramah. adminnya……sumpe de…ampe keluhan pernah masuk koran kalee.

    ganti tuh SDM ui yang norak, ngga kompeten, dan blagu.

    sori niy kalo aga emosi…..abisan kalo ngga dikeluarin meledak gw.

    Balas
  • 10. evvy  |  April 18, 2008 pukul 6:44 am

    ya jeng sama, gw juga menggila ngurusin SIAK ini. Gila bgt dah, mana ga sampe satu smester nii siak berguna. knapa ga buat anak baru ajah sii,,,
    nambahin kerjaan bgt. Trus pake acara kartu mahasiswa baru ga ada, padahal gw ama anak2 yang waktu itu lagi jauh2 di tangerang dan persahabatan bela2 in dateng ke salemba cuma ngurusin ktm eh malah diilangin. Sekarang biar bisa ngurus siak qta di suruh dateng ke depok.. Busyet dah,,,,

    Balas
  • 11. 4d1  |  Mei 8, 2008 pukul 7:26 am

    UI menurut pnilaian gw blm siap mengadopsi sistem ini. Klo mang blm siap knp dipaksakan yach??? Apa karena kejar setoran??? dengan teknologi mantap apa semua org akan berpikir universitas bagus???? Klo di luar negeri ya wajar sebelum dipakai pasti ada uji coba n banyak toleransi, klo di Indonesia karena alumni ui jadi hanya ui yang saya th, udah diuji coba blm??? hasilnya ga jelas pada semester selanjutna langsung dipaksa n langsung kena sanksi klo yg salah???? Apa ini fair???

    Balas
  • 12. maltyusha  |  Mei 25, 2008 pukul 12:23 pm

    wahhh….gw senasib sama u gw juga 3x troble sama namanya SIAKNG.
    1. daftar matakul gw ilang semua.gara2 itu gw harus bikin pernyataan pake materai lagi…6 rb boo….cuma buat input data mata kuliah.
    2.nama gw ngak kecantum di daftar mata kuliah.
    3.paswd gw ngak bisa di input-input,gara2 itu gw harus ke rektorat,pusing lagi gw harus isi FRS SP,kata PPSI klo bikin paswd combine huruf dan angka.wahhh….bikin repot segala.mana pula minta paswd ngak bisa pake telp lagi.bikin sebel harus jalan ke rektorat.

    Ternyata bukan aq sendirian yg jadi korban ya>

    Balas
  • 13. 1nk3  |  Juni 17, 2008 pukul 10:47 am

    sama dunx….baru-baru ini gw mo ikutan SP yang udah mahal gila eh malah bermasalah gitu….ABCDE….
    padahal harusnya gw bisa ikut tapi karena satu matkul aja eh semuanya jadi gak bisa ikut.. .BT banget kan..????
    akhirnya gw tetep ikut tapi pake “cara bawah”….n nama gw itu gak bs masuk ke SP tapi masuk ke semester beerikutnya gitu….
    bbbbbbTTTTTTTTTTT……….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    TOLONG DICEK LAGI SISTEM SIAK NG, yang katanya bisa mempermudah tapi malah mempersulit mahasiswanya…!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 14. B2K  |  Juni 18, 2008 pukul 2:25 pm

    wah gw baru baca blog yg bisa kena sial ampe 3 x gara2 siak NG…….kjadiannya skitar thn 2007 yah,,emg siyh waktu itu kasus ktololan SDM admin UI banyak banget,,gara2 blum siap nrima siak NG,,apalagi pas masa pembayaran SPP……orang mau bayar kok dibikin susah……..masing2 pihak saling menyalahkan,,”ouwh itu bukan bagian saya,,coba ke bagian ini aja deh,,lalu dipingpong ampe kita jenuh,,terus endingnya kita yg disalahkan”……benar2 contoh pelayanan publik yg buruk…..lembaga bobrok kyak gini kok mau nrapin BOP ampe 5 juta bahkan 7,5 jta untuk eksakta…

    gw jadi mikir mana yg salah yah,,apa sistem rekruitmennya yg salah,,jadi ngerekruit org2 yg dablek n klw dikasih training pun msh tetep geblek….(heehe,,gw denger karyawan d.UI itu banyak yg sekeluarga,,jd negerekrut lebih bdasar asa kekeluargaan daripada kompetensi)…..

    atau mgkin dtingkat pejabat atasnya ga pernah tpikir sdikitpun untuk m.latih bagian font linernya,,ngasih training cuma formalitas ngerti ga ngerti bodo amat yg penting udah diajarin…pjabatnya juga terlalu sibuk nyari sabetan siyh jd ga bisa ngontrol,,dan kurang mnerapkan pentingnya pelayanan kpd karyawan bawahannya……..

    atau mungkin ga sempet ditraining n ga d.upgrade sistemnya,,gara2 udah ga cukup dana,,karena udah dipotong gede banget bwat tunjangan ataupun fasilitas pejabat kampus yg “wauwh”……

    Tuh pak GUm,,dengerin jangan ngurusin sepeda ama rusa mulu…….siak NG aja ga bener,,hotspot juga srg putus2 di fakultas gw (fisip)….lg.an juga aneh dah masa di fakultas saya,,udah ada siak NG masih pake siak Manual?…….Kan aneh ya,,udah gede kok ga ngerti konsep efisiensi dan efektivitas?…

    *maap klau kelewat batas dalam tulisannya*

    Balas
  • 15. asterian20  |  Juli 8, 2008 pukul 8:33 am

    wah klo ngomongin ribetnya di UI seh bisa dibikin novel kale…
    SIAK-NG malah jadi SIAL-eNJeh…

    yang paling memalukan diri UI sendiri adalah ketika gw masih culun sbg mhs baru. katanya kan udah online semua nih sistem di UI… nah ketika gw ke Perpus pusat, ada mahasiswa marah2 gara2 suruh isi form perpus lagi. mhs itu sgt geram dgn alasan buat apa dunx sistem online yang digembor2kan ituh…????!!!!!

    harusnya yg namanya online kan begtu data kita msk ke UI, udah nongol di semua unit pelaksana teknis UI termasuk Perpus.

    stlh lama kelamaan (dan gw dah gak culun lagi… skrg binal gitu loh) gw juga nyadar ternyata UI katro’

    univ yg keliatan diluar mentereng tapi ternyata endekeple…

    gw setuju klo karyawan UI gak ramah! itu terjadi pas gw mau daftarin leptop n dopod gw biar bisa login di hotspot ui… yang ngelayanin tengil bgt…! gw tanya dikit aja ttg proxy dlsbgnya gak dijawab… tau knapa tu org..?

    yasudah…segitu dulu. oh ya.. gw liat track sepedah udah jadi semua. kynya skrg tinggal nunggu sepedahnya dtg… gw prediksi ini project bakal ancur lebur.. tau dunx maksot gw… org indonesia blm siap ama yg ky gituan… menjaga dengan baik fasilitas umum..

    udah ah… biar gmn jg UI almamater gw… ixixixixixxixi

    Balas
  • 16. eva  |  Juli 23, 2008 pukul 2:15 am

    ngomongin Siak ng sebenernya UI dah telat banget buat sistemnya. Pas waktu masuk UI n tahu baru tahun itu dipake sistem online, kaget banget…
    background saya D3 Analis Kimia Universitas Lampung, and di UNILA sejak tahun 2001 udah pake sistem online namanya SIAKAD.

    Cuma ngerasa gimana gitu, kok sekaliber UI baru siap online nya 2006…

    terus ngomongin masalah pelayanan, memang karyawan UI di rektorat agak aneh. kalau di fakultas saya masih enak lah, tapi pas ke rektorat, buat ngasih penjelasan aja rasanya mulut perlu disogok dulu. ya cape sih memang,, tapi kan ga da kerjaan yang ga cape…

    Balas
  • 17. Mr.X  |  Juli 26, 2008 pukul 6:01 pm

    klo dah begini seharusnya pihak UI ngadain “secret survey” terhadap Siak deh,,,
    Bner gak tuh bikin praktis???
    trz,cri permslhannya,,,

    klo bgini mlu,,,,
    pusing deh akikah!

    Balas
  • 18. PRIMA  |  Agustus 6, 2008 pukul 9:39 am

    Sama bro,gw juga ngalamin di smester IX dan sekarang gw beranjak ke smester XI (knapa?)
    Ya..semua gara2 SIAK UI yg kagak beres!
    harusnya gw bs slesai d smester ini (X). Gila, gw jadi emosi lg (sory bro!!)
    lo,masih mendingan..d smester IX ada satu MK yg harus gw ambil ga da juga (sm gw kira itu kesalahan sistem yg belum siap),sampe hari terakhir g tungguin ga nongol2 tuh MK.
    Bahkan sampe besoknya, shingga gw harus lapor ke bagian pendidikan d dekanat (yg kurang ngajarnya gw malah dimarahin dan di semprot, malah gw dibilang pembohong…gmn sakit ga lho??sakiiiiiiit bro
    Sampe saat itu gw bersumpah!!!
    Ya..itu lah kanangan pahit gw pake SIAK UI (gw harus byar SPP lg 1,5 jt lg)..
    Skali lg, ini terjadi 1 tahun yg lalu (saat gw smester IX), berarti gw angkatan brapa?bs nebak ga?

    Tanks

    Balas
  • 19. marco  |  Agustus 8, 2008 pukul 9:42 am

    sama kek gw ^^
    semester pertama ilang 2 mata kuliah = 4 sks
    semester kedua ilang 2 mata kuliah = 4 sks
    semester ke-3 ilang 2 1 mata kuliah = 2 sks

    It suck baby… it really sucks…

    Balas
  • 20. Korban Juga  |  Agustus 12, 2008 pukul 4:15 am

    Asal lo tau aja, gw sama temen gw nyebut SIAK NG sebagai SIAK ANJING!

    Balas
  • 21. hendri  |  Agustus 13, 2008 pukul 7:57 am

    sampai saat ini gw masih blum bisa regristasi akdemik. karena kerusakan sistem.

    memang ujung2nya yang terbaik itu yaa seperti dulu saja jangan terlalu mengandalkan teknologi

    Balas
  • 22. Fauzan ZHD  |  Oktober 7, 2008 pukul 8:59 am

    sama, nih yang bikin keselnya lagi, katanya HelpDesk, dimana2 harusnya Helpdek 24 jam sehari, 7 hari seminggu bisa di telpon, yang ada mah kayak jam kerja kantor. Udah di kasih pasword dari gedung PPMT (apalah namanya) yang deket balairung, eh kagak bisa login2. Di telpon di hari kerja sesuai jadwal buka “prakteknya” di angkat keq, eh kagak juga. tadinya mau nanya prosedur. Kalau gw diem aja kagak ke sono minta langsung, bisa2 gw kagak kedaftar jadi mahasiswa, padahal bayar duluan, akhirnya pas disono gw marah2in aja petugasnya, gimana sih telpon koq nggak diangkat2 katanya Helpdesk, pffff
    kata mereka tetep aja bapak harus kesini minta password baru, terus gw bilang aja, ya tapi diangkat keq, gw juga kan mau nanya prosedurnya gimana. Coba kalau gw nggak kesono2, ngandelin nunggu yg ngangkat telpon, bisa2 ancur deh

    Balas
  • 23. rerere  |  Oktober 26, 2008 pukul 5:49 pm

    ternyata banyak yang lebih parah ya dari pada gw…

    gw sih cuman ga bisa login aja.. tapi ngurusnya itu bolak balik, dilempar2, dan dijutekin.

    sama satu lagi, gw entah kenapa dapet dosen gajelas, sementara gw masih masuk ke kuota dosen yang gw pilih…

    kalo masalah sistem sih, gw yakin pasti orang IT nya udah kerja abis2an mulai dari bikin ampe tambah2in patch,and we should appreciate it.

    cuman karyawan2 nya aja kayaknya yang perlu ditraining abis2an..
    hehe

    Balas
  • 24. vivi  |  Januari 2, 2009 pukul 4:32 pm

    wah kalo cerita gw lebih parah lagi…
    lebih menderita dari lo deh….

    tp males ajah membahasnya..
    pokoknya menyedihkan dan gak ngenakin deh…..

    pokoknya gt dech….

    Balas
  • 25. yoe  |  Januari 8, 2009 pukul 12:40 am

    hm,,,, waktu aku masih jadi mahasiswa juga sempet bermasalah sama SIAK… soale nilainya kadang ga up-to-date… trus, kalau lagi ada mata kuliah yang berebut… suka susah diakses..bisa jadi ga dapet, karena berburu… hohoho… tapi, dengan segala kekurangan… wi-fi-an susah juga, jaringannya ga mantaaf… downloadnya lama.. dll…. saya kangen udah setahun ninggalin kampus.. pengen balik lagi… hehee.. salam kenal sesama UI ya…

    Balas
  • 26. TUHAN  |  Januari 8, 2009 pukul 5:02 am

    Baru tau kalo UI gitu ya?

    Balas
  • 27. wilma23  |  Januari 15, 2009 pukul 3:52 pm

    Salam kenal,
    ternyata nasib mahasiswa UI banyak yang kemakan “kecanggihan” siag ng.
    Huuuuhh termasuk saya, yang harus mengundurkan diri karna saya sudah tidak terdaftar di siag ng karena pengajuan perpanjangan studi yang terlambat (padahal selama ini ga ada informasi soal batas waktu tsb)
    Waktu menghadap Manajer pendidikan dan bawahannya, semua penjelasan tidak digubris, intinya aku harus keluar dari UI. Katanya kenapa dari sekian banyak mahasiswa hanya aku yang ga tau batas perpanjangan studi.
    Tapi ternyata, hiks… banyak temenku yang mengalami nasih yang sama, ada 4 orang, dari sekitar 30 orang mhswa.
    Sebenrnya walopun aku ga tau, memang itu salahku, tapi UI lewat Pejabatnya dengan arogannya menolak permohonan ku.
    Dekan, Sekretaris Program dan Ketua Program bahkan HARUS menghadap Manager Pendidikan.
    UI sudah kehilangan kebijaksanaan dan tujuan adanya UI yaitu untuk mencerdaskan BANGSA.

    Balas
  • 28. no name  |  Januari 17, 2009 pukul 7:14 am

    taii siak ng bikin ribet ajaaa!!!

    Balas
  • 29. Radit  |  Januari 22, 2009 pukul 8:18 am

    MAU nANYA niH…

    Saya Maba Di Pascasarjana-UI.
    Saat ini Saya belum Mendapatkan Pembimbing Akademik, ada Yang tau gak Prosedur Akademis UI, Kok Ribet Yah…..

    Balas
    • 30. Mery  |  Februari 1, 2012 pukul 1:18 pm

      Senasib dengan mas Radit. Saya juga Maba pascasarjana yang sedang galau menunggu pengumuman ttg hal tersebut.
      ceritanya saya dan teman saya dari luar Jakarta dan sama sekali blank tentang UI. baca-baca di sini jadi tambah galau, karena setiap menit ngintip SIAK NG ga ada perubahan.

      Balas
  • 31. erick  |  Januari 23, 2009 pukul 6:31 am

    assalamualikum…

    pertama-pertama, sy ingin mengucapkan nasib kita sama!!!
    Qt korban dari sistem yg g bener. harusnya, klo “mereka” mau go internasional, benerin dulu SDM-SDM ny, jng klo ada ksalahan, dilimpahkan kpd mahasiswa, mahasiswa bukan SAPI PERAH!!!
    skr bkan zamanny sistem yg mengatakan KAMPUS SELALU BENER! bila KAMPUS SALAH,LIAT POINT 1.
    Oiy, kalo ada yg mengatakan Qt sbgai mahasiswa gaptek, itu SALAH!!!! saya berani taruhan, Qt, mahasiswa Lebih PINTAR dr mereka!!

    Balas
  • 32. Victim no.999  |  Februari 7, 2009 pukul 6:39 am

    staf2 di subag-nya pd ga sopan,ga informatif,galak,jutek,nyebelin,ga profesional (menurut gw malah ga berpendidikan),ga tau diri,dsb. universitas dgn birokrasi paling payah,stafnya perlu dididik manajemen perilaku terhadap pelanggan (mahasiswa terutama),sikap mereka sangat menyebalkan,bahkan dosen2 yg berbeda jurusan juga saaaangaaaat arogan!apalagi dosen2 sialan jurusan sastra indonesia. payah ga ada manner sama sekali dgn mahasiswa!!!

    Balas
  • 33. scott  |  Februari 11, 2009 pukul 4:09 pm

    Pada intinya UI itu lebih mengedepankan kepentingan “diri” UI itu sendiri. yg di bILANG memudahkan itu ya memudahkan UI. tp blm tentu bagi mahasiswa. sebenarnya SIAK-NG cuma salah satu contoh keboborokan sistem di UI, kalau dibuat tulisan bisa 2 kali jurnal yg pernah dibuat Habibie (ungkapan aje)…

    Balas
  • 34. WEKEKEKE  |  Februari 23, 2009 pukul 4:41 pm

    Syukurrr gw ga kuliah di UI
    Gw dulu merasa terbuang di Jawa ..
    Eh jawa timur propinsi gw kuliah lebih maju tau !!

    Lo lo pada pindah aj ke kota di jawa timur tapi bukan Surabaya ,
    Yang banyak apelnya geto, secara gw ga pernah makan apelnya hihihihi
    Gw di Univ negeri… dulu raja nya kerajaan Majapahit
    Di sini udah pake SIAKAD sejak 2003 ah paye UI….
    Selamat ya pusing ampe muntah2 ga lulus2

    Gw lancar jaya…..
    Gong xie gong xie

    Balas
  • 35. DNDN  |  Februari 25, 2009 pukul 2:34 pm

    …Ehmm Ngomongin soal SIAK NG,,Ikut Curhat deh… diakhir masa studi gw babat abis semua MK berdasarkan list yang ada ,, tapi di akhir semester di siak masih ada yang belum gw ambil,,, dan itu MK yang gw ikutin di semester yang lalu dan ada nilainya ,, tapi karena gak ngisi di IRS, alhasil gw gak dapat nilai n gak bisa lulus deh … nasibb sudah menjadi bubur ketan… siak ng bikin gw rugi biaya dan waktu ,, tapi gak bisa dituntut…. mudah-mudahan ada perbaikan di masa yang akan datang supaya SIAK NG ngak banyak musuhnya..

    Balas
  • 36. Anggi  |  Juni 12, 2009 pukul 7:31 am

    kepada pihak admin ui, lbh profesional donk dlm melayani mahasiswa.lbh ramah&sepenuh hati gitu loh dlm melayani mhsiswa.kan dah digaji????klo bisa dipermudah,knapa harus dipersulit??????

    Balas
  • 37. kika  |  Agustus 15, 2009 pukul 11:49 am

    duhhhh parah2….

    bisa2nya yah pas mo login ke SIAK NG psswrd gue di tolak, padahal itu jelas2 sama dengan psswrd yang dikasih…..busyet dahh….gara2 ini mesti tunggu sampe 3 hari karena long weekend baru bisa ke kampus ngurusin…padahal sesuai moto “SIAPA CEPAT DIA DAPAT” g mesti cari kelas yang sesuai dengan aktivitas gue yang lain…..kl kalo sudah begini gue jadi susah cari waktu ini namanya “TEKNOLOGI RESEEEE” bikin makan hati….

    sumpehhhh…ini sistem bikin naik darah abisssss!!!!! g sampe cobain tuh psswrd ada 100 X tapi gagal mulu padahal jelas2 sama dengan yang dikasih…

    mending g manual deh ke kampus isi KRS…..toh sama ajah walopun g di papua bisa login ke SIAK NG ini tapi sistemnya belum ready nama “SAMA JUGA BOONG”

    tentang ADM nya, g usulin yah ada compliance di masing2 kampus yang fungsinya adalah tempat mengadu mahasiswa atas servis UI…kita dah bayar mahal, kita emang dapat ilmu yang berharga tapi tidak sepantasnya kita dipersulit..

    kalau UI bener2 mau jadi WORLD CLASS UNIVERSIRY, harus benar2 membenahi diri sedari sekarang, kan malu2in kalo di protes mahasiswanya atas servis yang diberikan

    Balas
  • 38. wahyu  |  Agustus 31, 2009 pukul 3:05 pm

    w malah ga ngerti cara make siak ng hahaha……..

    Balas
  • 39. muti  |  September 4, 2009 pukul 2:59 am

    aq mahasiswa ekstensi ui angk. 2007 smt ganjil ini aq ga registrasi akademik & administrasi krn ada satu hal yang hrs aq jalani di luar pulau jawa, jd ga bs lanjut kul. trus gmn ya, statusnya hny nonaktif aja kan…..stlh itu di smt depan klo qt registrasi lg, msh bs lnjut kul kan… ada yg tau ga sob….

    Balas
  • 40. surya  |  Juni 11, 2010 pukul 11:52 am

    memang,,, menyebalkan!!!!!!!!!!

    Balas
  • 41. sutan mula  |  Agustus 5, 2010 pukul 11:49 am

    ada yg kira2 bisa bantu ga?
    gw ga ngerti cara perhitungan pembayaran di siak ng… denda nya tidak tanggung2 dendanya setengah dri bayaran SPP.. kayak duit dr daun aja.. wlaupun gue tau dr buku manual… anehnya adalah gw ENGGA TELAT BAYAR TAPI KENA DENDA 2000.000. ini bener2 nyesekin…dan orang2 rektorat kurang kooperative…yg dipikir harus bayar aja…dan seolah2 gw yg salah… ck ck ck… bener2 deh… cuma ngelus dada aja… udah sempet konsultasi…tp ga ada hasilnyaaa…mau cari pendidikan aja yaa mbokk mesti gini2 bgt..😦

    Balas
  • 42. Menik  |  Agustus 26, 2010 pukul 2:04 pm

    Sama kok gue juga,
    tapi gak apa kok,
    tenang aja gak perlu panik,
    nanti pasti ada solusinya

    Balas
  • 43. ALEX  |  November 24, 2010 pukul 6:13 am

    sabar…gw aja pernah jadi korban SIAKNG.

    Balas
  • 44. Vrael  |  Desember 15, 2010 pukul 7:29 am

    kk, klo cuti berarti status akademiknya juga cuti kn?
    klo di siak ng status akademiknya masih aktif, gmn ya?
    Thanks
    please reply ke emailku ya kk

    Balas
  • 45. Fajar Aria Phitra  |  September 19, 2011 pukul 4:44 pm

    Klo boleh komentar…. intinya UI harus memperbaiki sistem yang sudah ada…
    baik di bagian akademik (pengisian IRS coba bagian IT UI itu lebih meminimalisir gangguan yang akan ditimbulkan dalam sistem SIAK-NG) maupun masalah keuangan (coba bagian keuangan intropeksi diri.. masa mahasiswa mau bayar kuliah kok di persulit dengan banyak alasan,, yang ga logis..)

    “mana PTN nya yang jd kebanggaan karena urutan 217 sedunianya itu”…

    “PTN tidak seharusnya jadi BHMN… karena akan merusak citra kampus itu sendiri… tercermin dengan banyaknya komentar dan antipati dari mahasiswa dan dosen”

    mudah2an pemerintah menyikapinya lebih bijak…Amin….

    Balas
  • 46. anon  |  September 24, 2016 pukul 6:56 am

    sekarang siak ng sudah bagus, sangat bermanfaat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,511 hits

Catatan Lalu

Jadwal

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: