Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan

Maret 10, 2007 at 4:29 pm 27 komentar

A. Dunia Pendidikan Konvensional Indonesia

Secara umum Dunia Pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi wacana yang publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas oleh berbagai kalangan baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan urusan pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahan ini tidak pernah menjadi perhatian.

Upaya-upaya peningkatan kualitas mutu serta kuantitas yang membawa nama pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini kita belum melihat hasil dari usaha tersebut. Apabila kita melihat dari sudut pandang nasional atau alias yang umum-umum saja jadi marilah kita lihat apa yang dilakukan oleh pemerintah. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya bersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global, semisalkan dengan menetapkan angka batas minimal kelulusan UAN dengan nilai sebesar 4,00 dengan tidak digabung dengan poin pada ujian praktek ditambah lagi tanpa ujian praktek. Pada hal ini bukannya kita menemukan pemerintah berusaha untuk memperbaiki mutu pendidikan melainkan nampak sepertinya pemerintah hendak menjegal generasi kita.

Apabila kita amati dengan seksama, apa sebenarnya yang menjadi inti permasalahan pada dunia pendidikan, mungkin jauh lebih sulit dari menggantang asap. Berbagai hal dapat saja dipersalahkan sebagai pokok masalah yang menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Namun demikian, yang jelas-jelas dapat kita temukan sebagai suatu kecacatan ialah proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta latihan, bagaimanapun merupakan sasaran empuk yang paling mudah menjadi sasaran bagi suara-suara kritis yang menghendaki peningkatan kualitas pada dunia pendidikan.

Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untuk sistem ini, sebab seiring dengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, namun institut yang masih menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang sekolah tinggi kita anggap memberikan informasi) dengan sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan IT. Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-program pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapat teratasi. Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi, multimedia, dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentu ketinggalan jaman.

B. Penggunaan IT Dalam Dunia Pendidikan

Arti IT bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Namun hal Pemanfaatan IT ini di Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan memasuki milenium ketiga ini.

Padahal penggunaan IT ini telah bukanlah suatu wacana yang asing di negeri Paman Sam Sana. Pemanfaatan IT dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman di Amerika Serikat pada dasawarsa yang telah lalu. Ini merupakan salah satu bukti utama ketertinggalan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa di dunia.

Berikut ini ialah sampel-sampel dari luar negeri hasil revolusi dari sistem pendidikan yang berhasil memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menunjang proses pembelajaran mereka:

1. SD River Oaks di Oaksville, Ontario, Kanada, merupakan contoh tentang apa yang bakal terjadi di sekolah. SD ini dibangun dengan visi khusus: sekolah harus bisa membuat murid memasuki era informasi instan dengan penuh keyakinan. Setiap murid di setiap kelas berkesempatan untuk berhubungan dengan seluruh jaringan komputer sekolah. CD-ROM adalah fakta tentang kehidupan. Sekolah ini bahkan tidak memiiki ensiklopedia dalam bentuk cetakan. Di seluruh perpustakaan, referensinya disimpan di dalam disket video interktif dan CD-ROM-bisa langsung diakses oleh siapa saja, dan dalam berbagai bentuk: sehingga gambar dan fakta bisa dikombinasikan sebelum dicetak;foto bisa digabungkan dengan informasi.

2. SMU Lester B. Pearson di Kanada merupakan model lain dari era komputer ini. Sekolah ini memiliki 300 komputer untuk 1200 murid. Dan sekolah ini memiliki angka putus sekolah yang terendah di Kanada: 4% dibandingkan rata-rata nasional sebesar 30%

3. Prestasi lebih spektakuler ditunjukkan oleh SMP Christopher Columbus di Union City, New Jersey. Di akhir 1980-an, nilai ujian sekolah ini begitu rendah, dan jumlah murid absen dan putus sekolah begitu tinggi hingga negara bagian memutuskan untuk mengambil alih. Lebih dari 99% murid berasal dari keluarga yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.

Bell Atlantic- Sebuah perusahaan telepon di daerah itu membantu menyediakan komputer dan jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah. Semuanya dihubungkan ke Internet, dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi. Sebagai gantinya, para guru mengadakan kursus pelatihan akhir minggu bagi orangtua.

Dalam tempo dua tahun, baik angka putus sekolah maupun murid absen menurun ke titik nol. Nilai ujian-standar murid meningkat hampir 3 kali lebih tinggi dari rata-rata sekolah seantero New Jersey.

Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan medasar terhadap peran guru: dari informasi ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat terhadap teknologi yang memampukan mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih cerdas. Dan Teknologi Informasi yang menjadi kunci untuk menuju model sekolah masa depan yang lebih baik.

Namun usaha-usaha dari anak-anak bangsa juga terus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam hal penyampaian proses pendidikan dengan penggunaan IT. Semisalnya, baru-baru ini Telkom, Indosat, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan IT untuk pendidikan di Indonesia, dimulai dengan proyek-proyek percontohan.Telkom menyatakan akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan telekomunikasi yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung (backbone) bagi pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan serta implementasi-implementasi lainnya di Indonesia. Bahkan, saat ini Telkom mulai mengembangkan teknologi yang memanfaatkan ISDN (Integrated Sevices Digital Network) untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi jarak jauh (teleconference) sebagai salah satu aplikasi pembelajaran jarak jauh.

Banyak aspek dapat diajukan untuk dijadikan sebagai alasan-alasan untuk mendukung pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya ialah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang terpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan. IT sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di bumi Nusantara, sebab IT yang mengandalkan kemampuan pembelajaran jarak jauhnya tidak terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi penggapaian daerah-daerah yang sulit tentunya diharapkan penerapan ini agar dilakukan sesegera mungkin di Indonesia.

IMPLIKASI IT DI DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA

e-Education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan IT di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

A. Pemanfaatan IT Bagi Institut Pendidikan

Pesatnya perkembangan IT, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Dilingkungan perguruan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi IT di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Semisalnya UI. Hampir setiap Fakultas yang terdapat di UI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Contoh lain adalah Universitas Swasta Bina Nusantara juga memiliki jaringan Internet yang sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan penghargaan akademi pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs mereka dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar negeri seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan sebagainya.

Pada tingkat pendidikan SMU implikasi IT juga sudah mulai dilakukan walau belum mampu menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan. Di SMU ini rata-rata penggunaan internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan dan lagi IT belum menjadi kurikulum utama yang diajarkan untuk siswa. IT belum menjadi media database utama bagi nilai-nilai, kurikulum, siswa, guru atau yang lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan IT di SMU cukup cerah.

Selain untuk melayani Institut pendidikan secara khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan secara umum di indonesia. Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan sistem pendidikan di indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan. Contoh dari situs ini adalah http://www.pendidikan.net

Disamping lingkungan pendidikan, misalnya pada kegiatan penelitian kita dapat memanfaatkan internet guna mencari bahan atau pun data yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut melalui mesin pencari pada internet. Situs tersebut sangat berguna pada saat kita membutuhkan artikel, jurnal ataupun referensi yang dibutuhkan. Situs tersebut contohnya seperti google.com atau searchindonesia.com atau sumpahpalapa.net

Inisiatif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara “Komunitas Sekolah Indonesia”. Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com dan smu-net.com

B. IT Sebagai Media Pembelajaran Multimedia

Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Sulawesi dapat berdiskusi masalah teknologi komputer dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharing information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 – 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual University ini adalah http://www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan.

Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia:

. Akses ke perpustakaan;

. Akses ke pakar;

. Melaksanakan kegiatan kuliah secara online;

. Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan;

. Menyediakan fasilitas mesin pencari data;

. Meyediakan fasilitas diskusi;

. Menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah;

. Menyediakan fasilitas kerjasama;

. Dan lain – lain.

C. Kendala-Kendala Pengimplikasian di Indonesia

Jika memang IT dan Internet memiliki banyak manfaat, tentunya ingin kita gunakan secepatnya. Namun ada beberapa kendala di Indonesia yang menyebabkan IT dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin. Kesiapan pemerintah Indonesia masih patut dipertanyakan dalam hal ini.

Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan sumber daya manusia, proses transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya. apakah infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia cukup memadai untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini. Sebab perlu diketahui bahwa Cyber Law belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia.

Selain itu masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan sementara penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Biaya penggunaan jasa telekomunikasi juga masih mahal bahkan jaringan telepon masih belum tersedia di berbagai tempat di Indonesia.. Untuk itu perlu dipikirkan akses ke Internet tanpa melalui komputer pribadi di rumah. Sementara itu tempat akses Internet dapat diperlebar jangkauannya melalui fasilitas di kampus, sekolahan, dan bahkan melalui warung Internet.Hal ini tentunya dihadapkan kembali kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta; walaupun pada akhirnya terpulang juga kepada pemerintah. Sebab pemerintahlah yang dapat menciptakan iklim kebijakan dan regulasi yang kondusif bagi investasi swasta di bidang pendidikan. Namun sementara pemerintah sendiri masih demikian pelit untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan pendidikan. Saat ini baru Institut-institut pendidikan unggulan yang memiliki fasilitas untuk mengakses jaringan IT yang memadai. Padahal masih banyak institut-institut pendidikan lainnya yang belum diperlengkapi dengan fasilitas IT.

Harapan kita bersama hal ini dapat diatasi sejalan dengan perkembangan telekomunikasi yang semakin canggih dan semakin murah.

Geger Riyanto
Mahasiswa di Universitas Indonesia
sumber:www.pendidikan.net

Entry filed under: Pendidikan. Tags: .

Potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Kelas Parameter Umum Limbah Cair

27 Komentar Add your own

  • 1. paknewulan  |  Maret 20, 2007 pukul 4:35 am

    Kadang-kadang Bandwith yang letoy menyebabkan orang males ber-IT ria dalam dunia pendidikan… Saya pernah kursus Cisco di LIPI dengan bandwith yang pas-pasan….jengkel, nggonduk dan pusing…. Bahkan saat posting pun sering terhambat gara-gara masalah yang satu itu

    Balas
  • 2. Arief Fajar Nursyamsu  |  April 3, 2007 pukul 2:52 am

    IMHO, IT tidaklah selalu berkaitan dengan koneksi Internet. Untuk sekolah dengan akses internet yang nihil atau pas pasan, mengembangkan intranet yang content oriented juga dapat digunakan sebagai sarana pemanfaatan IT di sekolah. Misalnya dengan “Self Access Terminal” yang dibuka sampai dengan sore hari. Contentnya bisa berupa tutorial, jawaban tes/kuis, audio/video.

    Tentu saja, untuk membangun itu semua butuh SDM kan? Upgrade SDM bisa dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan. Bukan hanya pelatihan lho, tapi juga pendampingan. Pertanyaan berikutnya mungkin adalah sumber dana pelatihan. Mmm.. bagaimana kalau yang dilatih satu saja, kemudian dia punya kewajiban melatih yang lain?

    Balas
  • 3. sukardi  |  April 12, 2007 pukul 9:00 am

    pembelajaran tentang IT bagi kaum yang belum paham terhadap fungsi dan kegunaan IT kadang penggunaannya salah faham, seperti teknologi dengan webcam atau 3G justru malah untuk hal-hal negativ. Mestinya dengan teknologi nilai tambah apa yang saya dapat terhadap pengetahuan isi dunia ini.

    Gitu loh……. menurut saya. maka bagaimana menanambkan pembelajaran IT kepada masyarakat agar ngerti.

    ok thanks

    Balas
  • 4. MAS IQBAL  |  Mei 21, 2007 pukul 2:46 am

    Penggunaan IT sangat tergantung pada pemakainya, khususnya dalam dunia pendidikan, para terdidik sangat rentan sekali terkena dampak negativ dari IT. Contoh utamanya adalah degradasi moral, yang seiring perkembangan IT. sebaiknya penggunaan IT harus diawasi secara ketat.

    Balas
  • 5. masroerchjb  |  Agustus 27, 2007 pukul 6:38 am

    penggunaa IT ini penting juga jika disasarankan untuk anak-anak santri di p[ondodk pesantren, syukur yang terdapat di pedesaan. sebab jumlahnya memang ribuan dan ini menjadi potensi nasional untuk membangun dan mempercepat u8integrasi dunia pendiidkan kita baik secara nasional maupun globa. Sayang sekali ide ini tidak pernah menjadi kebijakan resmi negara, apalag kebijakan yang dibuat oleh orams-ormas egaman kita di tanbah ini, yang hanya mau ngomong dan ngurus sesuatu jika berorientasi ke tas. kalau ke bawah kayaknya pada bermalas-masalan.

    Balas
  • 6. ~(^_^)~  |  September 13, 2007 pukul 5:08 pm

    sapa j yg mo bantu saya untuk bisa belajar di dunia IT.saya pengen bisa mengolah program or pa ja yang berhubungan dengan IT.saya kul di jurusan IF cm saya blenk banget g ngerti apa-apa.saya tunggu d email saya(pangeran_biasa@yahoo.com) y sebelumnya terima kasih atas bantuannya

    Balas
  • 7. de lulu  |  Oktober 8, 2007 pukul 2:00 pm

    sekolah2 ja banyak yg blon kenal komp,gimana IT bisa diterapin?na yang dah ada juga di salah gunain,,nggih to?orang indonesia ki aneh.

    Balas
  • 8. momon  |  November 3, 2007 pukul 12:46 am

    kluu bsa singkd, jls.
    trss gga usa pake embel2 gga jls gtu!.
    gga perlu tuwh!!
    trss bkin lebii bynk dann lebi luas agyh bwad di bidang pendidikan ..
    biar kta2 bsa baca jga..
    sgytuu ckup gga iaa?

    makasii ddh!.

    tx

    Mkasih komennya, embel2 gga jlsnya yang mana mas Mon? nanti biar dicari yang lebih lengkap lagih yakhh

    Balas
  • 9. pepet  |  Maret 24, 2008 pukul 7:32 am

    dunia IT memang sudah kebutuhan, persoalannya tingkat ekonomi masyarakat kita masih “kedodoran”, makan aja pake nasi aking, gimana mau mikirin IT?????????? ya toh?!

    Balas
  • 10. cewmut  |  April 17, 2008 pukul 1:31 pm

    ada lho kampus/scul2 yang ternama tapi IT nya wat kita2para murid end mahasiswa belum terpenuhi….gmana pemuda bisa maju lo kayak gini……he……

    Balas
  • 11. cewmut  |  April 17, 2008 pukul 1:33 pm

    ada lho skul2 end unversitas terkenal lum mencukupi dah penunjang ITnya gmna pemuda end pemudi bisa maju lo kayak begini?????????????

    Balas
  • 12. antodepri  |  September 22, 2008 pukul 2:03 am

    Dunia pendidikan dalam era globalisasi memang harus didukung dengan inovasi teknologi informasi seperti internet.
    Boleh aja sekolah-sekolah sekarang ada internet tp siswa dan gurunya tidak boleh gaptek lho……

    Balas
  • 13. idil fitrisyah  |  November 15, 2008 pukul 4:32 am

    kirim buku yang keluaran terbaru dong ..

    Balas
  • 14. nurse'  |  November 29, 2008 pukul 10:46 am

    IT??? aree gene masih belom mao sadar juga tentang It????apapun alasannya IT memang sudah jadi satu hal yang tanpa kita sadari sudah tak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari….. jadi jangan pernah sia-siakan lagi manfaat enaknya hidup dengan dukungan IT!!!!!!

    Balas
  • 15. Maulana Malik  |  November 30, 2008 pukul 4:24 am

    Artikel yang sangat menarik dan mendidik..

    TI memang sangat penting untuk pendidikan..sip!

    Balas
  • 16. FARIDA  |  Februari 17, 2009 pukul 7:08 am

    kuntu muwafiq bikum……setuju banget…emang pendidikan qta harus lebih maju,dengan IT pendidikan qta ga akan ketinggalan tu ma luar negeri..qta bsa kebih maju ko’…tpi sebelum itu dewan guru dulu yang harus di permak habis-habisan..dari konvensional jdi guru yang up to date…its time for change!!!!!!!

    Balas
  • 17. dealovie  |  Februari 27, 2009 pukul 1:43 am

    mbak, aku ijin ngopi artikelnya boleh ga ? mau buat di majalah sku, nti aku cantumin dari blognya mbak… makasih

    Balas
  • 18. cute abiez  |  Maret 23, 2009 pukul 8:37 am

    maaf jeng mu ngopi artikele thanks before

    Balas
  • 19. DESAIRO  |  April 1, 2009 pukul 12:05 pm

    === PAKET WEBSITE SEKOLAH PROFESIONAL TERMURAH SE-INDONESIA RAYA ===

    INGIN MENINGKATKAN PAMOR SEKOLAH ANDA??? DAPATKAN PAKET WEBSITE SEKOLAH + SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN HARGA TERMURAH SE-INDONESIA RAYA DI http://WWW.DESAIRO.COM. HANYA DENGAN Rp. 1.450.000,- BUKTIKAN!!!

    Balas
  • 20. DESAIRO  |  April 1, 2009 pukul 12:06 pm

    === LOWONGAN BUAT GURU DI SELURUH INDONESIA ===

    KERJA SAMPINGAN UNTUK PARA GURU. DICARI AGEN BAGI SELURUH GURU DI INDONESIA GUNA MEMASARKAN
    WEBSITE SEKOLAH + SISTEM INFORMASI AKADEMIK ‘SUPERRR MURAH’ DI SEKOLAH-SEKOLAH DAERAH ANDA
    MASING-MASING. INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN EMAIL KE: info@desairo.com

    Balas
  • 21. Pasa Firaya, ST  |  Mei 8, 2009 pukul 2:47 pm

    Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya.
    I Like Relationship.

    Balas
  • 22. ichsan  |  Agustus 23, 2009 pukul 9:46 am

    ya QU stuju” aja,klo pendidikan di negri tercinta ini pake IT.
    biar lebih maju n ga ketinggalan zaman..
    biar murid-murid ga terkena dampak negatif dari IT,perlu juga tuh peningkatan pendidikan agama dan akhlak yg baek.

    Balas
  • 23. firman  |  Oktober 2, 2009 pukul 10:22 am

    ini artikel lama di disni tapi masih uptodate untuk saya😀
    Secara umum yang saya temui adalah permasalah budaya internal institusi pendidikan diIndonesia terutama institusi Negeri.

    LIhat saja Proyek Pengembangan Sekolah kearah “Internasionalisasi” (RSBI) . Terkesan tambal sulam dan sangat dipaksakan terhadap manajemen yang ada di sekolah.
    yaa.. harapannya regenerasi personel di dunia pendidikan akan menjadi jawaban yang memuaskan tuntutan zaman akan kualitas pendidikan.

    Balas
  • 24. kukuh budiharso  |  Mei 21, 2011 pukul 8:19 am

    ti sudah jadi barang wajib sekrang ini. tidak bisa ditawar lagi dengan adanya perkembangan teknologi. salam kenal dari http://budiharso.wordpress.com

    Balas
  • 25. weight loss tips  |  Desember 28, 2012 pukul 12:35 pm

    When someone writes an paragraph he/she keeps the thought of
    a user in his/her brain that how a user can be aware of it.
    So that’s why this post is perfect. Thanks!

    Balas
  • 26. free cam shows  |  Juni 14, 2013 pukul 3:51 pm

    I’m really impressed with your writing skills and also with the layout on your weblog. Is this a paid theme or did you customize it yourself? Anyway keep up the nice quality writing, it’s
    rare to see a nice blog like this one today.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,463 hits

Catatan Lalu

Jadwal

Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: