Pengaruh Qur’an terhadap Organ Tubuh

Maret 10, 2007 at 2:17 am 29 komentar

Ada menyeruak perhatian yang begitu besar terhadap kekuatan membaca Al-Qur’an, dan yang terlansir di dalam Al-Qur’an, dan pengajaran Rasulullah.
Dan sampai beberapa waktu yang belum lama ini, belum diketahui bagaimana mengetahui dampak Al-Qur’an tersebut kepada manusia. Dan apakah dampak ini
berupa dampak biologis ataukah dampak kejiwaan, atakah malah keduanya, biologis dan kejiwaan. Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami memulai sebuah penelitian tentang Al-Qur’an dalam pengulangan-pengulangan “Akbar” di kota Panama wilayah Florida. Dan tujuan pertama penelitian ini adalah menemukan dampak yang terjadi pada organ tubuh manusia dan melakukan pengukuran jika memungkinkan.

Penelitian ini menggunakan seperangkat peralatan elektronik dengan ditambah komputer untuk mengukur gejala-gejala perubahan fisiologis pada responden
selama mereka mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap sejumlah kelompok manusia:
1. Muslimin yang bisa berbahasa Arab.
2. Muslimin yang tidak bisa berbahasa Arab
3. Non-Islam yang tidak bisa berbahasa Arab.

Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan kemudian dibacakan terjemahnya dalam bahasa Inggris.
Dan pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa ditunjukkan tentang Al-Qur’an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan
perubahan dampak tersebut. Dan dampak ini terlihat pada perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara
sprontanitas. Dan penjelasan hasil penelitian ini aku presentasikan pada sebuah muktamar tahunan ke-17 di Univ. Kedokteran Islam di Amerika bagian
utara yang diadakan di kota Sant Louis Wilayah Mizore, Agustus 1984. Dan benar-benar terlihat pada penelitian permulaan bahwa dampak Al-Qur’an
yang kentara pada penurunan tekanan syaraf mungkin bisa dikorelasikan kepada para pekerja:

Pekerja pertama adalah suara beberapa ayat Al-Qur’an dalam Bahasa Arab. Hal ini bila pendengarnya adalah orang yang bisa memahami Bahasa Arab atau tidak memahaminya, dan juga kepada siapapun (random). Adapun pekerja kedua adalah makna sepenggal Ayat Al-Qur’an yang sudah dibacakan sebelumnya, sampai walaupun penggalan singkat makna ayat tersebut tanpa sebelumnya mendengarkan bacaan Al-Qur’an dalam Bahasa Arabnya.
Adapun Tahapan kedua adalah penelitian kami pada pengulangan kata “Akbar” untuk membandingkan apakah terdapat dampak Al-Qur’an terhadap
perubahan-perubahan fisiologis akibat bacaan Al-Qur’an, dan bukan karena hal-hal lain selain Al-Qur’an semisal suara atau lirik bacaan Al-Qur’an atau
karena pengetahun responden bahwasannya yang diperdengarkan kepadanya adalah bagian dari kitab suci atau pun yang lainnya.
Dan tujuan penelitian komparasional ini adalah untuk membuktikan asumsi yang menyatakan bahwa “Kata-kata dalam Al-Qur’an itu sendiri memiliki pengaruh
fisiologis hanya bila didengar oleh orang yang memahami Al-Qur’an . Dan penelitian ini semakin menambah jelas dan rincinya hasil penelitian tersebut.
Peralatan yang digunakan adalah perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data
Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston. Perangkat ini mengevaluasi
respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal: (i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui
komputer, dan (ii) Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Perangkat ini sangat lengkap dan menambah semakin
menguatkan hasil validitas hasil evaluasi. Subsekuen:
1. Program komputer yang mengandung pengaturan pernafasan dan monitoring perubahan fisiologis dan printer.
2. Komputer Apple 2, yaitu dengan dua floppy disk, layar monitor dan printer.
3. Perangkat monitoring elektronik yang terdiri atas 4 chanel: 2 canel untuk mengevaluasi elektrisitas listrik dalam otot yang diterjemahkan ke dalam
respon-respon gerak syaraf otot; satu chanel untuk memonitor arus balik listrik yang ke kulit; dan satu chanel untuk memonitor besarnya peredaran
darah dalam kulit dan banyaknya detak jantung dan suhu badan.

Berdasarkan elektrisitas listrik dalam otot-otot, maka ia semakin bertambah yang menyebabkan bertambahnya cengkeraman otot. Dan untuk memonitor
perubahan-perubahan ini menggunakan kabel listrik yang dipasang di salah satu ujung jari tangan. Adapun monitoring volume darah yang mengalir pada kulit sekaligus memonitor suhu badan, maka hal itu ditunjukkan dengan melebar atau mengecilnya pori-pori kulit. Untuk hal ini, menggunakan kabel listrik yang menyambung di sekitar salah satu jari tangan. Dan tanda perubahan-perubahan volume darah yang mengalir pada kulit terlihat jelas pada layar monitoryang menunjukkan adanya penambahan cepat pada jantung. Dan bersamaan dengan pertambahan ketegangan, pori-pori mengecil, maka mengecil pulalah darah yag mengalir pada kulit, dan suhu badan, dan detak jantung.
Metode dan Keadaan yang digunakan: Percobaan dilakukan selama 210 kali kepada 5 responden: 3 laki-laki dan 2 perempuan yang berusia antara 40 tahun
dan 17 tahun, dan usia pertengahan 22 tahun. Dan setiap responden tersebut adalah non-muslim dan tidak memahami bahasa Arab. Dan percobaan ini sudah dilakukan selama 42 kesempatan, dimana setiap kesempatannya selama 5 kali, sehingga jumlah keseluruhannya 210 percobaan. Dan dibacakan kepada responden kalimat Al-Qur’an dalam bahasa Arab selama 85 kali, dan 85 kali juga berupa kalimat berbahasa Arab bukan Al-Qur’an. Dan sungguh adanya kejutan/shock pada bacaan-bacaan ini: Bacaan berbahasa Arab (bukan Al-Qur’an) disejajarkan dengan bacaan Al-Qur’an dalam lirik membacanya, melafadzkannya di depan telingga, dan responden tidak mendengar satu ayat Al-Qur’an selama 40 uji-coba. Dan selama diam tersebut, responden ditempatkan dengan posisi duduk santai dan terpejam. Dan posisi seperti ini pulalah yang diterapkan terhadap 170 uji-coba bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an.
Dan ujicoba menggunakan bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an seperti obat yang tidak manjur dalam bentuk mirip seperti Al-Qur’an, padahal mereka tidak
bisa membedakan mana yang bacaan Al-Qur’an dan mana yang bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an. Dan tujuannya adalah utuk mengetahui apakah bacaan
Al-Qur’an bisa berdampak fisiologis kepada orang yang tidak bisa memahami maknanya. Apabila dampak ini ada (terlihat), maka berarti benar terbukti dan
dampak tidak ada pada bacaan berbahasa Arab yang dibaca murottal (seperti bacaan Imam Shalat) pada telinga responden. Adapun percobaan yang belum diperdengarkan satu ayat Al-Qur’an kepada responden, maka tujuannya adalah untuk mengetahui dampak fisiologis sebagai akibat dari letak/posisi tubuh yang rileks (dengan duduk santai dan mata terpejam). Dan sungguh telah kelihatan dengan sangat jelas sejak percobaan pertama bahwasannya posisi duduk dan diam serta tidak mendegarkan satu ayat pun, maka ia tidak mengalami perubahan ketegangan apapun. Oleh karena itu, percobaan diringkas pada tahapan terakhir pada penelitian perbandingan terhadap pengaruh bacaan Al-Qur’an dan bacaan bahasa Arab yang dibaca murottal seperti Al-Qur’an terhadap tubuh. Dan metode pengujiannya adalah dengan melakukan selang-seling bacaan: dibacakan satu bacaan Al-Qur’an, kemudian bacaan bahasa Arab, kemudian Al-Qur’an dan  seterusnya atau sebaliknya secara terus menerus. Dan para responden tahu bahwa bacaan yang didengarnya adalah dua macam: Al-Qur’an dan bukan Al-Qur’an, akan tetapi mereka tidak mampu membedakan antara keduanya, mana yang Al-Qur’an dan mana yang bukan. Adapun metode monitoring pada setiap percobaan penelitian ini, maka hanya mencukupkan dengan satu chanel yaitu chanel monitoring elektrisitas listrik pada otot-otot, yaitu dengan perangkat Midax  sebagaimana kami sebutkan di atas. Alat ini membantu menyampaikan listrik yang ada di dahi. Dan petunjuk yang sudah dimonitor dan di catat selama percobaan ini mengadung energi listrik skala pertengahan pada otot dibandingkan dengan kadar fluktuasi listrik pada waktu selama percobaan. Dan sepanjang otot untuk mengetahui dan membandingkan persentase energi listrik pada akhir setiap percobaan jika dibandingkan keadaan pada awal percobaan. Dan semua
monitoring sudah dideteksi dan dicatat di dalam komputer. Dan sebab kami mengutamakan metode ini untuk memonitor adalah karena perangkat ini bisa
meng-output angka-angka secara rinci yang cocok untuk studi banding, evaluasi dan akuntabel. Pada satu ayat percobaan, dan satu kelompok percobaan perbandingan lainnya mengandung makna adanya hasil yang positif untuk satu jenis cara yang paling kecil sampai sekecil-kecilnya energi listrik bagi otot. Sebab hal ini merupakan indikator bagusnya kadar fluktuasi ketegangan syaraf, dibandingkan dengan berbagai jenis cara yang digunakan responden tersebut ketika duduk.
Hasil Penelitian
Ada hasil positif 65% percobaan bacaan Al-Qur’an. Dan hal ini menunjukkan bahwa energi listrik yang ada pada otot lebih banyak turun pada percobaan
ini. Hal ini ditunjukkan dengan dampak ketegangan syaraf yang terbaca pada monitor, dimana ada dampak hanya 33 % pada responden yang diberi bacaan
selain Al-Qur’an. Pada sejumlah responden, mungkin akan terjadi hasil yang terulang sama, seperti hasil pengujian terhadap mendengar bacaan Al-Qur’an. Oleh karena itu, dilakukan ujicoba dengan diacak dalam memperdengarkannya (antara Al-Qur’an dan bacaan Arab) sehingga diperoleh data atau kesimpulan yang
valid.
Pembahasan Hasil Penelitian dan Kesimpulan Sungguh sudah terlihat jelas hasil-hasil awal penelitian tentang dampak Al-Qur’an pada penelitian
terdahulu bahwasanya Al-Qur`an memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap syaraf. dan mungkin bisa dicatat pengaruh ini sebagai satu hal yang
terpisah, sebagaimana pengaruh inipun terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh. dan perubah-perubahan yang terjadi pada
kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, voleme darah yang mengalir pada kulit, dan suhu badan.
Dan semua perubahan ini menunjukan bahwasanya ada perubahan pada organ-organ syaraf otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya. Jadi, ditemukan sejumlah kemungkinan yang tak berujung ( tidak diketahui sebab dan musababnya) terhadap perubahan fisiologis yang mungkin disebabkan oleh bacaan Al-Qur`an yang didengarkannya.
Oleh karena iitu sudah diketahui oleh umum bahwasanya ketegangan-ketegangan saraf akan berpengaruh kepada dis-fungsi organ tubuh yang dimungkinkan
terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya ketika merespon gerakan antara saraf otak dan otot. Oleh karena itu pada keadaan ini
pengaruh Al-Qur`an terhadap ketegangan saraf akan menyebabkan seluruh badannya akan segar kembali, dimana dengan bagusnya stamina tubuh ini akan
menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya. Dan hal ini sesuai dengan keadaan penyakit tumor otak atau kanker otak. Juga, hasil uji coba penelitian ini menunjukan bahwa kalimat-kalimat Al-Qur`an itu sendiri memeliki pengaruh fisiologis terhadap ketegangan organ tubuh secara langsung, apalagi apabila disertai dengan mengetahui maknanya. Dan perlu untuk disebutkan disini bahwasanya hasil-hasil penelitian yang disebutkan diatas adalah masih terbatas dan dengan responden yang juga terbatas.
Sumber : harun yahya

Entry filed under: moslem. Tags: .

Blogging di Office 2007 Merindumu

29 Komentar Add your own

  • 1. helgeduelbek  |  Maret 11, 2007 pukul 1:01 pm

    BTW ada lho yang anti harun yahya, tentu dengan berbagai argumennya sendiri. Mbaca tulisan seperti itu membuat diri sedikit bangga sebagai seorang muslim meskipun tidak banyak ngerti soal2 semcam itu. Hatur nuhun

    Balas
  • 2. Adi Nugroho  |  Maret 12, 2007 pukul 5:05 pm

    hampir setiap kali aku membaca Al Qur’an aku merasa ada energi panas yg menjalar di punggungku

    Balas
  • 3. kurtubi  |  Maret 30, 2007 pukul 1:41 pm

    anehnya mas… aku kok biasa saja kalau membaca qur’an yaa
    gak seperti mas Adi Nugroho ada energi panas
    wah kalau begitu aku pengen diteliti juga neh…

    salam kenal mas aku izin copy dan paste ke web sosialku http://www.buntetpesantren.com
    matuh kesuhun

    Balas
  • 4. kifli  |  April 3, 2007 pukul 11:25 pm

    Orang yang baca al quran tapi panas yang dirasa, kayaknya sih ada yang ga beres dengan orang tersebut, ya misalnya ada jin dalam tubuhnya tanpa ia sadari

    Balas
  • 5. Dimas  |  April 7, 2007 pukul 3:33 am

    Salam kenal yah🙂
    Artikel yang menarik.
    Dari ilmu yang saya dapat dari Masaru Emoto dalam bukunya The Hidden Secret in Water. Percobaan yang dia lakukan menyimpulkan bahwa kata-kata baik akan memberi pengaruh pada air yang berada didalam tubuh dan hal itu akan berdampak pada tubuh itu sendiri.Jadi sebenarnya bukan Al-Quran saja yang bisa memberi pengaruh kepada tubuh, kata-kata baik dan halus yang kita ucapkan sehari-hari juga akan memberi dampak perubahan kepada diri kita.

    Balas
  • 6. fany  |  Juli 5, 2007 pukul 5:53 am

    hai..kenalin guE fany…
    menarik sekali pembahasan tsb,Alqur’an memang firman Tuhan yang tiada bandingannya.pengalaman pribadi guE saat baca alqur’an ada getaran yang membuat hati terasa sejuk,damai,bahkan saat guE membacanya dengan penuh khidmat serasa Tuhan benar2 hadir di hadapan,terasa dekEt banget.ada perbedaan sebelum dan sesudah guEmembacanya.setelah guE membacanya amarah yang ada dihati lenyap berganti kesejukan apalagi klo sekaligus baca artinya juga subhan4lll… .jika sehari tidak melantunkannya walau beberapa ayat hati rasanya gersang.CU

    Balas
  • 7. JIMMY AL BUGARI  |  September 22, 2007 pukul 2:36 pm

    Ass.Wr.Wb…..
    Perkenalkan saya Jimmy…
    saya sangat tertarik dengan My e-Diary ini.., selain itu juga saya igin memiliki teman2 yg byk dan bisa bertukar pikiran mengenai ilmu agama Islam kita ini.
    Trima Kasih..

    Balas
  • 8. andri  |  November 20, 2007 pukul 2:46 pm

    ass.Wr.Wb….

    nama saya andri
    saya sgt senang dengan me diary,
    selain itu saya mendapat ilmu lbh dalam

    thanks a lot

    Wa alaikum salam,
    terimakasih Andri atas kunjungannya di blog ini, menyenangkan bila ada makna yang bisa diambil🙂

    Balas
  • 9. nunk  |  Desember 18, 2007 pukul 5:44 am

    assalamualaikum..
    saya baca di sebuah tabloid khlifah klo ga salah ada metode pengobatan alqur’an, si situ di sebutin ada juz diri juga apa ini berpedoman ke penelitian ini ya…?

    Wa alaikum salam Mb Nungqie, juz diri? wah saya baru baca niy, ketinggalan nih sama mb Nunk

    Balas
  • 10. devy  |  Januari 9, 2008 pukul 7:53 am

    keren banget…..!!!!
    jadi tambah semangat neh baca Qur’an + artinya….

    tambah cinta sama Al-Quran

    Balas
  • 11. joko mursitho  |  April 13, 2008 pukul 11:03 am

    Penelitian ini sangat bagus dan perlu dikembangkan lagi, bahwa setiap manusia adalah medan magnit. Setiap medan magnit memerlukan suatu energi baru yang bisa mempertahankan kekuatan medan tersebut. Energi tersebut terdapat pada ion-ion bebas. Bacaan yang dilagukan dengan sungguh-sungguh atau khidmat akan menggetarkan energi ion bebas tersebut memasuki tubuh manusia. Maka manusia memiliki energi positif (takwa) yang akan lebih banyak dari energi negatif (fujur). Silahkan coba.

    Balas
  • 12. untung santoso  |  Agustus 4, 2008 pukul 7:50 am

    Subhanallah.efek memang tdk dirasakan sama oleh setiap orang. tapi yg pasti Al Qur’an adalah satu2 nya obat utama segala permasalahan.
    maka sungguh heran jika ada orang yg mengaku islam tapi tidak bisa /tidak mau membaca Al Qur’an

    Balas
  • 13. HABIB  |  Februari 18, 2009 pukul 4:15 am

    coba, ngetesinya ama orang israel yang hobi bunuh orang. barangkali bisa nyembuhan kiling maniaknya mereka.
    saran;
    baca aja qur`an dengan hati bersih “laa…yamassuhu..illal-muthohhiriin/ruun?”

    Balas
  • 14. Rully  |  Maret 6, 2009 pukul 12:00 am

    2 tahun lalu saya coba tahu tentang juz pribadi di tabloid khalifah. Setelah diamalkan, memang terasa perubahan positif pada bidang kesehatan. Sebagai referensi tambahan coba buka situs : asar2008.wordpress.com

    Balas
  • 15. ecep  |  Maret 8, 2009 pukul 2:51 am

    alhamdulilah..ternyata ada juga dunia barat yang mau meneliti tentang alquran..padahal dunia barat ini selalu menunjukkan kontra terhadap alquran..namun begitu,aq sungguh bangga ama alquran walau hanya kitab yang patut dibaca ternyata punya dampak yang lebih bagus..I love AllAh..subhanallah..

    Balas
  • 16. kafka  |  Maret 24, 2009 pukul 5:56 am

    subhanallah…bgtu bsar makna dn pengaruh alqur’an dalam khdpn kta,,,smg stiap ada masalah,kt dapat meraja’ahnya kpd alqur’an n hadist…..syukran my diary….subhanallah,,,’

    Balas
  • 17. tamuri  |  April 21, 2009 pukul 2:26 pm

    Ma’an apa saya bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan apa saya bisa berubah menjadi lebih baik lagi, kalo Ma’an baca pesan ini tolong jawab ke alamt email ini “tamurit@yahoo.co.id” atau hubungi ke no.087881575135, Ma’an saya punya banyak pertanyaan yang mau saya tanyakan pada Ma’an

    Balas
  • 18. jhony wawan  |  Mei 3, 2009 pukul 4:39 am

    Maha Suci Allah,sudah Jelas bagi kita semua Bahwa Firman Allah itu Haq ( suatu Kebenaran bahkan tubuh kita ini terdiri dari hurup Al Quran juga )

    Balas
  • 19. Abdul rasul  |  Agustus 18, 2009 pukul 12:54 pm

    SUBHANALLAH,ALHAMDULILLAH.ALLAHU AKBAR,DARI MENDENGAR DAN MEMBACANYA SAJA UDAH BIKIN ORANG SEHAT APALAGI KALAU UDAH MEYAKINI DAN MENGAMALKAN ISI DAN KANDUNGANNYA.Maha benar ALLAH Dgn segala firmannya.Pesanku buat saudara2ku yg seiman.MARI KITA SELALU MEMBACA ALQU’AN JUGA MENGAMALKAN HUKUM2 YG TERKANDUNG DIDALAMNYA.

    Balas
  • 20. Rahmat  |  Januari 24, 2010 pukul 11:25 am

    Allahu akbar 3x

    Balas
  • 21. محمد سهلان رشيدى  |  Juli 19, 2010 pukul 4:27 am

    Allahu Akbar…..

    Pesan orangtua …sring-seringlah baca al quran agar memori otak bertambah dan terhindar dari pikun…. yang ini sudah ada yang meneliti belum ya???

    Balas
  • 22. onoh sukinah  |  Agustus 13, 2010 pukul 8:14 am

    dan apabila dibacakan al qur’an maka dengarkalah baik-baik dan perhatikan dengan tenag agar kamu mendapat rahmat (QS & : 204)

    Balas
  • 23. onoh sukinah  |  Agustus 13, 2010 pukul 8:16 am

    Kami tidak menurunkan Al Qur’an kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut kepada Allah (QS 20:2-3)

    Balas
  • 24. onoh sukinah  |  Agustus 13, 2010 pukul 8:19 am

    Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci mati? (QS 47 : 24)

    Balas
  • 25. onoh sukinah  |  Agustus 13, 2010 pukul 8:21 am

    Rasul berkata, ” Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini sesuatu yang tidak diperhatikan”. (QS 25 :

    Balas
  • 26. onoh sukinah  |  Agustus 13, 2010 pukul 8:24 am

    dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar kebenaran yang nyata (QS 69 : 51)

    Balas
  • 27. onoh sukinah  |  Agustus 13, 2010 pukul 8:25 am

    maka, apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur’an?
    (QS 56 : 81)

    Balas
  • 28. zuby  |  Januari 26, 2011 pukul 2:24 pm

    Maha Suci Alloh, itulah kedahsyatan Al Qur’an, untuk itu Sinarilah rumahmu dengan bacaan Al-Qur’an pasti ada ketrentaman dalam Rumah Tangga, Amin

    Balas
  • 29. Rumah Muslim Hasanah  |  Februari 21, 2011 pukul 4:21 am

    Maha benar Alloh dengan segala firman-Nya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,511 hits

Catatan Lalu

Jadwal

Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: