Surat Cinta dari Dekan

Februari 12, 2007 at 2:00 pm 7 komentar

Staf nya, siapapun yang dapat surat dari Dekan pasti panik, apalagi suratnya surat cinta yang tembusannya ke mana-mana, Rektor, Yayasan dan semua jurusan. Huihui namanya pasti mendadak beken dan jadi bahan gurauan seisi kampus. Wuh malunya ituuuu, kemaren aku kebagian juga, untunglah (masih ada untungnya) berebed daftar nama di lampiran bukan aku sendiri tapi buanyak 20 orang lebih dari fakultas teknik. Tertulis “Daftar Dosen Yang Belum Mengurus Kenaikan Jabatan Fungsional selama 5 Tahun” di lampirannya.

Ahha, 5 (LIMA) Tahun??? selama itu?? Jabatan fungsional ku belum keluar, rasanya baru kemaren kuurus belum lah sampe 2 tahun. Sampe rumah ku lacak bongkar seluruh laci dan lemari yang ada kertasnya, jadilah kamarku kapal pecah dengan kertas bergentayangan. Ku dapat berkasnya, kuurut hasil pelacakannya :

2000 dapet sk jabatan lama
2002 harusnya udah dapet kenaikan Jabatan
2004 aku baru mengumpulkan semua berkas untuk diubah jadi KUM (kredit point)
2005 bolak balik berkasku di Majelis Jurusan, Fakultas dan Rektorat, berkali2 bolak balik rumah-kampus atas kesalahan perhitungan kum.

Di Jurusan diperiksa 6 orang Majelis Jurusan kum ku berkurang krn ada kesalahan perhitungan
Di Fakultas diperiksa sekitar 15 orang Senat Fakultas
Di Rektorat sekitar 30 orang Senat Rektorat yang tanda tangan, meski yang memeriksa hanya 2 orang yi DR.Bambang Suciatmo dan Prof Waspodo, Kum nya berkurang lagi, beliau benar2 teliti periksa dari lembar ke lembar kertas.

Dari 270 kredit point sisa tinggal 254 kum.

Kuajukan ke Kopertis IV tahun 2005 akhir, sampai Bag.Kepegawaian masih juga ada kesalahan, balik lagi ke rumah berkasnya. Akhirnya selesai semua Februari 2006 mulai diajukan ke Kopertis dengan perkiraan tak ada kesalahan lagi. Maret oleh Kopertis mulai diajukan ke DIKTI.

Sekarang Februari 2007, tersadar setelah dapat surat cinta dari Dekan, selama 5 tahun Jabatan Fungsionalku belum naik. Kutanya ke Kopertis, stafnya cerita kalau berkasku tinggal menunggu SK dan tidak ada kekurangan. “Jadi sabar aja” katanya. Lalu kutanya ke Bag kepegawaian kampusku. PD I pun katanya harus menunggu sampai 3 tahun sampai SK keluar. APAAA? 3 tahun???? artinya kenaikan jabatanku akan tertunda sampai 8 tahun.

Penasaran banget, gimana caranya biar tidak menunggu lama? akhirnya nekad, meski masih musim banjir, kususul ke Dikti, Wisma Aldiron Jakarta, berkasku sampai dimana? Sampai di Biro kepegawaian, Ooooo.. ternyata kredit pointku berkurang lagi sampai 50 kekurangannya dan harus kutambah.

Waalaaah gimana kalo ga kususul sampai kapan ya aku harus menunggu? Pasti lebih dari 3 tahun lah, orang masih kekurangan 50. Dan sekarang aku pontang-panting lagi bolak balik lagi mulai dari jurusan-fakultas-rektorat-kopertis-dikti, mulai dari awal mengumpulkan kekurangan yang 50.

Entry filed under: Personal. Tags: .

Petaka Sodom dan Gomora Indonesia : Siaga 1

7 Komentar Add your own

  • 1. helgeduelbek  |  Februari 12, 2007 pukul 2:51 pm

    Waduh kok bisa sampai selama itu mbak urusannya, Kalo pengajar di universitas negeri kok sepertinya gampang banget yah? Rupanya kasus seperti ini terjadi diseluruh lini di dunia pendidikan menyangkut status PNS yah…. Sabar dan tekun saja. Maju perut pantat mundur :)) semoga cepat kelar urusannya.

    Balas
  • 2. lenijuwita  |  Februari 12, 2007 pukul 6:01 pm

    Di PTN gampang ya ? Wah kalo begitu tambah merasa dianak tirikan niy sama pemerintah, dulu cari beasiswa susah banget, sekarang dibuat susah pula. Sabar, sabar…(mode memelas on)😦

    Balas
  • 3. Alief  |  Februari 13, 2007 pukul 11:36 am

    Eh di PTN gak gampang juga lho…(katanya sih, karena saya kan masih baru). Untuk itu di jurusan saya ada karyawan khusus yang ditugasi untuk merekap KUM dosen. Jadi dari jurusan sudah dieliminir kemungkinan salah hitung KUM, tinggal dosennya mau gak nyerahkan bukti-bukti seminar, jurnal, dll itu……..

    Balas
  • 4. lenijuwita  |  Februari 13, 2007 pukul 3:20 pm

    Yang merekap KUMnya orang kopertis cak, kufikir akan lebih cepat prosesnya, krn toh semua dosen di PTS akhirnya diperiksa sama kopertis juga sebelum sampai ke DIKTI. Eh malah jadinya bolak balik dihitung ulang, Nasib ya nasib……..:)

    Balas
  • 5. Luthfi  |  Februari 14, 2007 pukul 10:48 am

    he he … dosen ya Bu …?

    Balas
  • 6. bahtiar  |  Februari 28, 2007 pukul 11:58 am

    nyaris DO🙂

    Balas
  • 7. lenijuwita  |  Maret 8, 2007 pukul 1:55 am

    Wualah di ejek Cak Luthfi ma Cak Bah niy, asal jangan didoakan yang jelek2 ajja ya mas2, minta doanya yang baik2 gitu lho…🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,511 hits

Catatan Lalu

Jadwal

Februari 2007
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

%d blogger menyukai ini: