Dari 37.045 Paten Hanya 10% dari Peneliti Indonesia

Desember 13, 2006 at 2:49 pm 1 komentar

Jakarta, 12 Desember 2006 17:42
Dari total 37.045 paten yang diajukan di Tanah Air, hanya 10,2 persen atau
3.797 paten yang diajukan peneliti Indonesia. Demikian diungkapkan pakar Hak
atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Bambang Kesowo, pada Dialog HKI di kantor
BPPT Jakarta, Selasa.

Jepang menjadi negara yang penelitinya paling banyak mendaftarkan patennya
di Indonesia yakni sebanyak 9.705 paten (26,1 persen) disusul Jerman
sebanyak 4.848 paten (13 persen) dan di peringkat empat AS sebanyak 556
paten (1,5 persen).

Dari total permintaan pemeriksaan paten tersebut sebanyak 193 paten (1,0
persen) dalam negeri saja yang disetujui, sedangkan paten luar negeri yang
disetujui mencapai 17.481 paten (94,4 persen).

Sedangkan pengajuan paten yang ditolak dari luar negeri sebanyak 779 paten
dan dari dalam negeri 78 paten. Sisanya masih dalam proses.

Sementara itu mantan Menteri Ristek Rahardi Ramelan mengatakan, meskipun
pada awalnya perlindungan HaKI bertujuan memberi manfaat ekonomi bagi para
penemu, dalam perkembangannya masalah paten sering bertentangan dengan
kepentingan publik.

“Misalnya apa yang terjadi pada temuan soal obat, makanan dan pertanian yang
menjadi mahal karena berlakunya HaKI tersebut, padahal sektor itu sangat
dibutuhkan umat manusia, apa lagi 50 persen paten adalah jenis obat-obatan,”
katanya.

Masalah paten, lanjut dia, juga tak mampu melindungi pengetahuan dan
kearifan tradisional, seperti misalnya pola batik, pakaian tradisional
lainnya, atau jamu-jamuan.

Ia juga menyesalkan banyaknya hasil keanekaragaman hayati Indonesia yang
dibawa keluar dari Indonesia dan dipatenkan di luar negeri oleh orang asing
sehingga rakyat Indonesia sendiri perlu membayar mahal untuk
memanfaatkannya.

Ia juga mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan
“blocking patent” sehingga tidak ada banyak akses bagi peneliti dari negara
berkembang untuk melakukan penelitian yang mampu menghasilkan paten
menguntungkan.

“Perlu dicermati bahwa paten yang disetujui dan dikomersialkan belum tentu
memberi keuntungan khususnya karena biaya memelihara paten juga cukup
mahal,” katanya.

Semua kenyataan ini, lanjut dia, menambah kesenjangan dalam pemanfaatan
kekayaan intelektual antara negara maju dan berkembang.

Biaya Paten diuraikan dalam PP no 50 tahun 2001 di mana selain biaya
permintaan paten, biaya penelusuran, juga ada biaya pemeliharaan paten yang
setiap tahun memiliki tarif sekitar Rp750.000 untuk tahun pertama yang
meningkat terus hingga Rp5 juta pada tahun ke-20. *[TMA, Ant]*

Entry filed under: Pendidikan. Tags: .

Mencongak dengan Metris Waktu berjalan begitu cepat

1 Komentar Add your own

  • 1. murniramli  |  Desember 28, 2006 pukul 2:27 am

    Paten memang seperti buah simalakama ya, Bu.
    Pesantren tempat saya bekerja di Indonesia, memproduksi produk kultur jaringan. Beberapa kali kami diberi penjelasan ttg HAKI dan paten, tp apa daya biayanya terlalu besar, jadi hingga th 2004 kami belum mematenkan teknik clonal anggrek bulan.
    Anyway, paten di dalam Islam justru tidak dibenarkan.
    Kalau tidak salah Islam menganjurkan untuk menyebarkan seluas2nya pengetahuan, invention yang berguna bagi umat manusia. Saya tidak tahu jelas dalilnya, tetapi pd masa kejayaan Islam dahulu, negara membayar para ilmuwan, penulis buku dengan penghargaan yg sangat tinggi, termasuk salah satunya mengganti buku dg uang dinar seberat bobot bukunya. Wallahu a`lam bi-shawaab.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,463 hits

Catatan Lalu

Jadwal

Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: