Hasil Mengemis di Saudi Rp1,7 Triliun per Tahun

November 12, 2006 at 4:03 pm 7 komentar

Sabtu, 04 November 2006

Mengingat warga Arab banyak tidak tega melihat para pengemis, hasil mengemis
di Saudi luar biasa bisa mencapai 1,7 trilyun selama setahun

Hidayatullah.com–Hampir semua gelandangan dan pengemis (gepeng) di negeri
kaya minyak itu adalah warga non pribumi. Di antara mereka banyak yang
datang pada musim umrah, terutama bulan Ramadhan dan musim haji hanya untuk
melaksanakan profesi tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian lapangan, hasil “tasawwul”, demikian sebutan
populer untuk pekerjaan mengemis di Saudi mencapai 700 juta Saudi riyal
(sekitar Rp1,7 triliun) per tahun.

Puncak panen “tasawwul” di negeri petrodolar itu, seperti dilaporkan harian
Al-Madinah, Saudi, Jum`at (3/11), berlangsung pada bulan Ramadhan, Idul
Fitri dan pada musim haji.

Pada musim-musim panen itu, warga negeri tempat dua tanah suci umat Islam
seluruh dunia itu, umumnya tidak berpikir untuk merogoh riyal memberikan
siapa saja yang mengadahkan tangan.

Apalagi yang berprofesi sebagai “mutasawwil” (pengemis) adalah orang-orang
dari luar Saudi, terutama mukimin (warga asing) illegal dan jemaah manca
negara yang takhalluf (kadaluarsa masa berlaku visa). Warga setempat
menganggap mereka sebagai musafir yang wajib dibantu.

Berdasarkan data pihak terkait negeri itu, terdapat sebanyak 150 ribu
pengemis yang beroperasi di jalan-jalan dan tempat keramaian yang sebagian
besar beroperasi di dua kota suci yakni Mekkah dan Madinah.

Dengan demikian, rata-rata penghasilan per kapita setiap pengemis setiap
tahunnya mencapai 1333 riyal (sekitar Rp3,2 juta). Tapi sebagian pengemis
dapat menghasilkan puluhan bahkan ratusan juta setiap tahun.

Contohnya, seperti dilaporkan beberapa waktu lalu, bahwa Badan Pemberantasan
Pengemis Saudi berhasil menemukan uang sebanyak 40 ribu riyal (sekitar Rp96
juta) saat menggerebek seorang pengmis tua.

Pada musim umrah terutama di bulan puasa, dan musim haji, para pengemis
tersebut bukan hanya panen dari penduduk pribumi akan tetapi dari jemaah
umrah dan haji manca negara.

Meskipun pemerintah telah berusaha mengurangi angka “tasawwul” tersebut,
namun karena hasilnya yang cukup besar itu, membuat pihak berwajib masih
tetap kerepotan menertibkannya. [ant]

Entry filed under: News. Tags: .

4 GOLONGAN LELAKI AHLI NERAKA 10 kebiasaan yang dapat merusak otak

7 Komentar Add your own

  • 1. goeve  |  November 14, 2006 pukul 12:31 pm

    enak banget yak jadi pengemis disana? eh tp lebih baik tangan di atas drpd tgn di bawah ah

    Balas
  • 2. Thamrin  |  November 15, 2006 pukul 4:34 am

    Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih enak hujan emas di negeri sendiri… 🙂

    Balas
  • 3. ewepe  |  November 16, 2006 pukul 10:56 am

    Ehh…ditulisannya nggak ketauan ya berapa persen yang “diekspor” Indonesia?😀

    Atau yang nulis malu kali ya ngungkapin prosentase. Bisa jadi lebih dari 50%?

    Maha Besar Allah yang memegang kunci rizki..

    Balas
  • 4. agorsiloku  |  November 16, 2006 pukul 3:02 pm

    oh ya… jadi 1,7 Triliun hasil mengemis di negeri kaya minyak itu. Orang Indonesia yang berhaji juga ada 200 ribuan. Biaya resmi haji rp 27 jutaan (atau 54 triliun jumlahnya). Berapa juga ya yang terpakai untuk negeri kaya minyak itu dan berkah lagi. Dari 1.7 triliun itu, berapa pula ya yang dari 200 ribu jemaah Indonesia……

    Balas
  • 5. Zul Muslim  |  November 17, 2006 pukul 1:17 pm

    Assalamualaikum Mas

    OOT: maaf, senang antum mengisi blogs kami
    Kami ingin mengajak antum bertukar link (barter links blogs) dengan situs ini. Silahkan antum tambahkan alamat-alamat blogs kami ini, kami akan menambahkan blogs antum juga di tempat yang telah kami sediakan,

    berikut blogs kami:

    http://aqidahislam.wordpress.com
    http://akhlaqmuslim.wordpress.com
    http://keluargamuslim.wordpress.com
    http://kisahislam.wordpress.com
    http://mediamuslimah.wordpress.com
    http://manhajislam.wordpress.com
    http://mediamuslim.wordpress.com

    jazakumullohu khoir

    BLOGS Ini HADIR atas Inspirasi dari http://www.mediamuslim.info (sebaiknya links http://www.mediamuslim.info ditambahkan juga, InsyaAlloh bermanfaat kok)

    Balas
  • 6. Maman  |  November 30, 2006 pukul 4:08 am

    Semoga para “tasawwul” dari Indonesia yang sudah banyak duitnya dapat dimanfaatkan sebagai bekal beribadah, contohnya mengawini 4 orang isteri, berhaji dll.

    Balas
  • 7. Ibnu Ahmad  |  Desember 18, 2006 pukul 7:00 am

    Rasa cukup tidak pernah tercapai oleh manusia serakah, hingga ajal datang menjemput barulah mereka akan cukup dengan lembaran kain kafan yang menutupi tubuhnya. Sebenarnya mental-mental seperti ini perlu di bina/arahkan agar mereka tidak menjadi manja untuk bekerja dan berusaha. Rasanya malu jika kita lihat semut hewan yang tak henti-hentinya bekerja untuk menyambung hidupnya tanpa harus menunggu manusia memberikan sisa makanannya (tentu saja kita tidak pernah dengan sengaja memberikan sisa makanan kepada si semut, paling juga dengan si meong). Contoh banyak pengemis di negeri kita yang cukup kaya tapi tetap meneruskan profesinya itu (bahkan menjadi pekerjaan tetap). Mungkin link di bawah ini perlu jadi renungan buat kita, betapa banyak saudara kita yang menempuh cara-cara yang kurang terpuji untuk mencari nafkah. (Apalagi para koruptor…)
    http://zigma.wordpress.com/2006/12/15/pengemis-yang-kaya/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,463 hits

Catatan Lalu

Jadwal

November 2006
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d blogger menyukai ini: