Uang Kuliah Tidak DiDebet Bank

September 20, 2006 at 5:59 pm 9 komentar

Photobucket - Video and Image Hosting

Hkkh, tak disangka sesulit ini urusannya. Apa memang wajar seperti itu? Selama ini tak pernah tau karena selalu berusaha menjadi warga negara yang baik, mahasiswa yang baik. Dan keterlambatanpun bukan karena disengaja.
Sebelum pergi terfikir paling hanya menghadap 1-2 orang kemudian langsung ke Bank untuk bayar. Perjalanan Bandung-Depok, sengaja kutempuh subuh, biar sebelum dhuhur sudah selesai dan bisa mengerjakan pekerjaan lain.

Datang jam 9 sampai Bank, minta rekening koran, bukti bahwa uang kuliah ku ada di tabungan tapi tdk di debet fihak universitas antara tanggal 16 – 31 Agustus 2006 langsung pergi lagi ke gedung Dekanat, sampai ka sub bag, menunggu tamu lain selesai langsung diterima, cek sebentar disuruh menghadap Manajer Pendidikan.

Ktemu manajer pendidikan, belum ngomong sudah dipasangin muka serem, serem banget ditambah kemarahan bahwa harusnya uang kuliahku sudah harus ada tanggal 16 Agustus 2006. Cek and Ricek tabunganku baru berisi tanggal 25, ultimatumnya dia bisa terima uang kuliahku dengan ditambah denda 50% dari uang kuliah. Ops, lagi bengong ngga ngerti kenapa aku yang salah? Bukankah mereka yang tidak mendebet tabunganku sehingga aku jadi telat membayar?

“Kamu tunggu diluar sampai saya datang, saya harus memberi responsi mahasiswa” Ooo Dosen toh? pantesan sok kuasa begitu, kufikir dia tdk bisa menempatkan dirinya selagi jadi Manajer, tdk bisa berlaku seperti sbg dosen😦

Tunggu sekitar 1-2 jam, akhirnya dikasih 2 surat yang harus dibawa ke Dir.Keuangan dan Dir Pendidikan. Ngacir ke Dir.Keuangan disuruh ke Dir. Pendidikan dulu, lari ke Dir. Pendidikan, diterima dicemberuti oleh bagian sekretariat, laki-laki yang sudah berumur, “suratnya ditinggal saja, saya tidak tau Pa Dir nya kemana dan pulang jam berapa?” lho saya harus bolak-balik berapa kali hanya untuk bayar uang kuliah? Masa bawahan tidak tau bos nya sedang kemana dan pulang jam berapa? mengingat biaya perjalanan Bdg-Depok mahal, akhirnya saya tunggu sambil sebel.

Sekian jam akhirnya Pak Dir.Pend. datang, ternyata habis mengajar juga, merangkap Dosen pula. Untunglah Pak Dir Pend. baik, menerimaku dengan segala keramahannya dan surat langsung diserahkan setelah diparaf. :)Agak terobati..kembali ke sekretariat Dir. harus menemui Pa wawan dilantai bawah. Sampai lantai bawah gedung ditutup seperti akan ada acara, ternyata PENGAJIAN PADA JAM KERJA, Rektor beserta stafnya.Pengajian dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan. Saat itu sudah Jam 13.00, Ya Allah saya harus menunggu berapa jam lagi? Kenapa pengajiannya bukan pada jam kerja? Bukankah saat ini mereka punya kewajiban dengan pekerjaannya? Yang menunggu bukan hanya aku, bolak-balik sekitar 20 orang, mungkin ada. Setelah pengajianpun tidak langsung bekerja, mengobrol, beramah tamah dll.

Bertemu Pa Wawan dimarahi lagi, “kenapa telat? jadi kena denda” aneh banget ya, kenapa dia marah2? yang harus bayar dendanya kan bukan dia? mending kalo dimarahi terus jadi ngga kena denda, ini sudah dimarahi kena denda juga. Apes banget ya?:(

Ngabur ke Dir Keuangan, kejar waktu jam kerja sudah mau habis. Disuruh bayar ke Bank, bukan hanya pada satu rekening. Ada 3 rekening yang harus diisi, kenapa si yang bisa dibuat mudah, ko dibuat susah?

Di salah satu PTN yang sudah go internasional, aku dibuat susah karena dosen yang merangkap struktural, pengajian saat jam kerja dan uang denda yang mencekik leher, hanya karena pendebetan bank cuma 1 kali dalam 1 hari dan terlambat pengurusan hanya 1 minggu dari jadwal yang ditentukan😦😦

Entry filed under: Personal. Tags: .

Ada Yang Baru Ramadhan 1427 H/ Oktober 2006

9 Komentar Add your own

  • 1. bahtiar  |  September 21, 2006 pukul 12:54 am

    wah potone ga muncul …😦

    Balas
  • 2. Dan Mugisidi  |  September 21, 2006 pukul 2:13 pm

    makanya kalau sudah telat biarin aja nggak usah diurus, dendanya sama kok…..Hp nya berapa sih yang baru mo ditelpon susah amat

    Balas
  • 3. medon  |  September 21, 2006 pukul 8:12 pm

    potonya mana?

    Balas
  • 4. lenijuwita  |  September 22, 2006 pukul 4:15 am

    Iya ne, gaptek banget ya, pasang foto aja salah🙂. Maklum ya mas baru belajar

    Alo Pa Dan🙂 tumben bekunjung kesini, iya ne, tau gitu ga kubayar cepet-cepet, masa dendanya sama dengan honorku ngajar selama 3-6 bulanan, hik.hikz :((. Jangan bilang pa AM ya kalo aku sibuk belajar blog🙂

    Balas
  • 5. Donny  |  Oktober 4, 2006 pukul 11:51 am

    wah kasihan ya..dibuat repot ..padahal mau nyetor uang kan istilahnya..Dijaman sekarang sudah seharusnya Mahasiswa diperlakukan sebagai Customer yang harus dilayani oleh pihak Universitas.
    Mungkin pola-pola seperti itu yang harus dirobah agar bisa bersaing di ASEAN, jangan mimpi Dunia dulu lah.

    salam

    donny
    http://donnya.wordpress.com

    Balas
  • 6. lenijuwita  |  Oktober 6, 2006 pukul 4:00 pm

    Iya ni, ceritanya ada kelas international tapi ko rasanya ga prof. ya? gimana mau bersaing di tingkat dunia, bila masalah yang gampang dibuat jadi susah

    Balas
  • 7. 3x korban Siak NG - UI « My e-Diary  |  Agustus 13, 2007 pukul 6:10 pm

    […] Kejadian pertama aku dibuat bengong seharian, hanya untuk membayar uang kuliah. Bengong? Siang hari, pada jam kerja, staf karyawan dan beberapa pimpinan mengikuti pengajian menyambut bulan puasa, setelah pengajian yang berjam-jam diikuti dengan prasmanan dan ngobrol-ngobrol yang juga berjam-jam. Berpuluh mahasiswa menunggu diluar menunggu pelayanan mahasiswa dibuka kembali. Boleh marah? Tidak, tentu, karena mereka tengah mendengarkan pengajian, walaupun dari luar kedengarannya lebih banyak tertawanya seperti tengah menonton dagelan daripada mendengarkan ceramah keagamaan. Entahlah, tapi menurutku meski itu adalah acara pengajian rasanya tidak etis, karena dilaksanakan ditengah jam kerja, lagipula menurut ajaran agama Islam, bahwa bekerja pun adalah ibadah, melayani mahasiswa adalah ibadah, karena itu adalah pekerjaannya, melalaikannya itu adalah mendzalimi hak-hak mahasiswa yang memang jam nya untuk dilayani. […]

    Balas
  • 8. Go-bLOG yuuk » Blog Archive » 3 x Korban SIAK-NG UI  |  September 7, 2008 pukul 1:14 am

    […] Kejadian pertama aku dibuat bengong seharian, hanya untuk membayar uang kuliah. Bengong? Siang hari, pada jam kerja, staf karyawan dan beberapa pimpinan mengikuti pengajian menyambut bulan puasa, setelah pengajian yang berjam-jam diikuti dengan prasmanan dan ngobrol-ngobrol yang juga berjam-jam. Berpuluh mahasiswa menunggu diluar menunggu pelayanan mahasiswa dibuka kembali. Boleh marah? Tidak, tentu, karena mereka tengah mendengarkan pengajian, walaupun dari luar kedengarannya lebih banyak tertawanya seperti tengah menonton dagelan daripada mendengarkan ceramah keagamaan. Entahlah, tapi menurutku meski itu adalah acara pengajian rasanya tidak etis, karena dilaksanakan ditengah jam kerja, lagipula menurut ajaran agama Islam, bahwa bekerja pun adalah ibadah, melayani mahasiswa adalah ibadah, karena itu adalah pekerjaannya, melalaikannya itu adalah mendzalimi hak-hak mahasiswa yang memang jam nya untuk dilayani. […]

    Balas
  • 9. arwan  |  Oktober 14, 2009 pukul 5:09 am

    gw paling SENEB ma orang yang g sadar dengan pekerjaannya. bisa dibilang orng2 seperti itu g PROFESSIONAL. kalo dilihat dari ceritany mb.Leni kyknya saya tau itu kampus mana. ptn yng bernafsu go international. hehe. kasian mahasiswanya.saya juga ngalamin kok, kasus yang berbeda tapi. intinya sama, hampir semua staff yang bekerja di kampus itu tidak mengerti bagaimana caranya melayani mahasiswa. paadhal mereka digaji dari uang kita juga. sudah seharusnya kita mendapat perlakuan yang baik, dan tidak disalah-salahkan. padahal keesalahan ada pada sistem mereka dan SDM yang tidak memadai. saya g tau kriteria macam apa yang menyebabkan orang2 yang tidak profesional itu bekerja di ptn tertentu. ini menurut saya malah menjatuhkan nam universitas. mengotori nilai2 pendidikan dan hak asasi. aplagi yang denda yang segitu,, ini kan menyangkut kebiujakan.ckckckckck,,GILA, rektor mata duitan ko masih dipercaya memimpin. jelas2 bukti yang otentik bahwa pendidikan dibisniskan di kampus itu. banyak kesalahan, tapi selalu mahasiswa yang disalahkan. tapi buat mb leni jangan mau disalhkan mb lainkali. palagi bayar denda yang karena kesalahan mereka.kalau perlu bawa ke meja hijau. kita punya undang-undang pelayan publik dan undang-undang lain yang melindungi hak kita.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,511 hits

Catatan Lalu

Jadwal

September 2006
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

%d blogger menyukai ini: