Orang Miskin Benar-benar Dilarang Sekolah

September 4, 2006 at 3:03 pm 7 komentar

Kejadian saat tengah mengantar keponakan untuk mendaftar di D3 Universitas Padjadjaran, sebuah Universitas Negeri di Bandung. Tanggal 22 Agustus 2006 adalah Batas akhir pembayaran. Karena tidak bisa membayar full maka kami memasuki sebuah ruangan yang disebut ruangan untuk mahasiswa “kasus”. Dan disana berjejal puluhan mungkin ratusan orang tua Dan calon mahasiswa yang mempunyai masalah keuangan.

Untuk sebuah Universitas Negeri biaya kuliah sangat mahal, D3 MIPA total lebih dari 8 jt, ekonomi hampir 9,5 jt malah Ada yang sampai 10 juta. Tidak hanya sampai itu saja, yang sangat menyesakkan hati adalah tidak Ada toleransi sama sekali, uang pengembangan memang bisa diangsur itupun hanya 2 bulan sampai bulan September sejumlah 4,5 jt. Seorang ibu meminta penundaan pembayaran sampai keesokkan harinya, panitya menolak tegas, harus Hari ini. Penundaan yang cuma satu Hari saja ditolak tegas. Dengan sedih Ibu Dan anaknya itupun pulang.

Bagaimana ini? Bukankah seharusnya Universitas Negeri tidak boleh menolak calon mahasiswa yang sudah Lulus test dengan susah payah? Bila Ada alasan karena sudah mendaftar seharusnya orang tua sudah siap dengan keuangan, masa tidak Ada toleransi sama sekali? Bukankah seharusnya Panitya bertanya dulu apa kesulitan Orang tua tersebut tidak langsung menolak tegas. Jangan katakan bahwa ibu itu harus mencari sekolah yang lebih murah. Ini universitas negeri, kepunyaan rakyat bukan milik orang perorang atau penguasa Unpad!!!!siapapun yang telah Lulus test berhak kuliah, masalah keuangan seharusnya difikirkan bersama, masa minta penundaan 1 Hari saja ditolak?

Dengan alasan perubahan status menjadi BHMN maka semua universitas diperbolehkan berlomba2 mengumpulkan sumber pendapatan tanpa Ada toleransi sama sekali? BUkankan telah diperbolehkan pula mengumpulkan Dana dari mahasiswa “jalur khusus” dengan ratusan juta uang pengembangan? Kenapa tidak dibuat subsidi silang yang mampu membantu yang tidak mampu?

Bagaimana ini manajemen Universitas? Seharusnya dengan kondisi Negeri Kita seperti ini harus Ada antisipasi penyelesaian. Bagaimanapun ini adalah tanggung jawab bersama bukan hanya orang tua saja. Apakah antisipasi penyelesaian dengan spanduk besar-besar Pinjaman Kredit Tanpa Agunan dari Bank Mandiri, apa ini menyelesaikan masalah? Orang tua yang untuk makan sehari Hari saja kesulitan disuruh berutang? Bukannya malah menambah beban masalah? Negara apa ini? Benar-benar menjerumuskan rakyatnya kedalam kemiskinan yang makin dalam.

Kenapa tidak diantisipasi dengan sponsor beasiswa? Dari Perusahaan, Industri, Badan Zakat atau dari Alumni, dari pemerintah atau dari Manajemen Qolbu (AA Gym)? Membuka perwakilan di Universitas saat terjadi penerimaan mahasiswa baru. Kemudian diseleksi saat itu oleh pembuat keputusan? Apakah terlalu sulit? Seperti kejadian di UI untuk Fak Kedokteran beberapa Mahasiswa yang tidak mampu mendapat beasiswa dengan hanya membayar 2 jt atau dibebaskan dari uang kuliah. Kenapa tidak diikuti oleh Universitas lain?

Bagaimana ini akang, teteh, adik, dosen alumni Dan mahasiswa Unpad? Apa Kita harus diam saja? Tidak bisa berbuat apa2? Atau seharusnya saya waktu itu pake T-shirt ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH ya? Biar kerja panitya jadi ringan????

Entry filed under: Pendidikan. Tags: .

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak “Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya”

7 Komentar Add your own

  • 1. sandynata  |  September 13, 2006 pukul 1:00 am

    maap, ini copy paste ya? kok saya pernah baca juga -sama persis- di beberapa milis yg saya ikutin. ato emang mbak yang penulis aselinya?

    Balas
  • 2. lenijuwita  |  September 13, 2006 pukul 2:27 am

    Iya mas, saya penulis aslinya, kejadiannya benar-benar saya alami. Sampai sekarang masih tak habis fikir dengan kejadian tersebut.
    Salam

    Balas
  • 3. sandynata  |  September 13, 2006 pukul 10:09 am

    ohhh.. tnyata mbak to yg penulis aselinya..
    ck ck ck.. sing sabar wae ya, di malang juga sama kok, biayanya juga abis segituan ..
    parahnya lagi mbak, “bencana” ini g cuman terjadi sama mahasiswa tapi sama PTS. Gara-gara PTN buka sak enake udhele dhewe program2 Extensi, “jatah” mahasiswa g ada buat PTS, akeh sing kukut (bangkrut)

    Balas
  • 4. lenijuwita  |  September 14, 2006 pukul 4:46 pm

    Dengan alasan Pemerintah tidak bisa mensubsidi Pendidikan Univ.Negeri dijadikan BHMN, seenaknya membuka jalur khusus, ekstensi dan D3 yang meraup milyaran rupiah dana masyarakat. Lalu PTS disuruh bersaing dengan PTN, mana bisa? pasti banyak PTS yang tutup. Di Bandung Unpad menerima hampir 15 000 mhs. PTS tidak kebagian. ini persaingan yang tidak fair bukan? lalu orang miskin yang ingin kuliah harus kemana, swasta dari dahulu memang mahal, kalo univ negeri pun mahal? Bukankah pendidikan hak semua WNI? Di Indonesia banyak rakyat miskin karena Penguasa telah mendzalimi mereka dalam segala hal di semua daerah, termasuk di malang juga ya Mas Sandy? Saya jadi berapi-api kalau omong masalah Pendidikan

    Balas
  • 5. etik  |  Februari 28, 2007 pukul 5:19 am

    nggak hanya di UNPAD mbak, semua perguruan tinggi merasakan hal yang sama. malah dengan adanya RUU BHP badan hukum pendidikan, tidak hanya pendidikan tinggi yang dikomersialisasi, dari SD-SMA pun dikomersialisasi mbak. ini sungguh sangat menyakitkan. menurut saya, perlu ada gerakan bersama untuk mengembalikan funsi negara sebagai pelayan rakyat, sebagai penangung jawab atas kecerdasan bangsa. nggak masalah kalo belum banyak orang yang tahu tentang RUU BHP ataupu UU BHMN, malah banyak juga mahasiswa yang nggak tau apa itu BHMN, BHP, MWA dan lain2, mereka tidak sadar kalo sedang didholimi pemerintah, barang kali karena mereka belum merasakan susahnya cari uang. isu komersialisasi pendidikan bisa kita jadika tonggak untuk mengembalikan fungsi pemerintah.

    Balas
  • 6. dfdasffvsrfdsf  |  Mei 22, 2009 pukul 11:05 am

    msk yg kedinasan aja,,,100% gratis

    Balas
  • 7. bow  |  September 27, 2010 pukul 5:52 am

    itulah realita pendidikan kita, ntar kalo dah pinter, lulus kerja di perusahaan asing, di luar negeri pula, jadi bangsa kita malah ga dapat manfaatnya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

Lebih Banyak Foto

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 232,511 hits

Catatan Lalu

Jadwal

September 2006
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

%d blogger menyukai ini: