Desember 26, 2007
Beberapa musibah besar yang melanda negeri ini, Tsunami, hilangnya pesawat Adam Air bertepatan dengan jelang dan awal tahun baru beberapa tahun yang lalu. Tahun ini banjir dan longsor memakan korban jiwa lagi dibeberapa daerah di jawa tengah dan jawa timur dan di beberapa daerah lain.
Jadi datangnya tahun baru tidak akan pernah terasa seperti zaman2 dulu lagi yang disambut dengan segala suka cita atau minimal pesta kembang api kecil2an di pelataran rumah.
Seharusnya, tentunya, tidak boleh bertanya tentang hal2 yang tak diinginkan, seperti musibah atau yang lainnya. Fikiran negatif bisa mendatangkan kejadian negatif dan sebaliknya, tapi mungkin sifat panik atau trauma atas musibah besar yang melanda negeri ini belum hilang sepenuhnya, jadi menginjak pergantian tahun selalu kutanya “ada musibah apa lagi di negri ini di ujung tahun ini, ya Allah?” Tidak, tentu saja tanya itu tak bermaksud menantangNya. “Jangan Engkau berikan cobaan yang tak kuat kami menanggungnya”
Kekuasaan hanya ada di tanganNya, namun bukankah Allah Maha Penyayang? bila ada yang bilang musibah itu datang dariNya sebagai teguran atas ulah manusia, benarkah? Bukankah semua musibah itu datang asalnya karena ulah manusia sendiri yang berlaku sewenang2, rakus, tidak mempedulikan alam sekitar? hanya mementingkan diri sendiri, mau enaknya sendiri, tak peduli orang lain atau lingkungan ?
Entry Filed under: My Diary, Personal. Tag: banjir, longsor, musibah, tahun baru, tsunami.
1.
Ersis WA | Desember 27, 2007 at 3:23 pm
Tulisan bergaya agamis yang menyejukkan. Kita berupaya Allah SWT yang menentukan.
2.
bunda nanay | Januari 9, 2008 at 6:46 am
“Jangan Engkau berikan cobaan yang tak kuat kami menanggungnya”
Aminnnnnnnnnnnnnnn………….
3.
Edi Psw | Januari 19, 2008 at 4:12 am
Sebagai manusia kita memang nggak boleh menyalahkan alam. Alam sudah memberi kita segala-galanya. Kalau kita bisa bersahabat dengan alam, kita tidak akan mengalami kejadian-kejadian seperti ini.
Sebenarnya kerakusan manusia itu sendiri yang membuat musibah itu terjadi, tapi selalu alam yang disalahkan, mungkin karena alam tidak bisa bicara ya?