Kuliah Tamu DR.I Wayan Suweca
Februari 19, 2007
Kuliah nya tentang Perancangan Mesin untuk para Staf Pengajar 3 jurusan di kampusku. Meski bukan bidangku, tentu saja dengan senang hati aku menghadirinya. Tentang apapun bila yang memberikan paparan adalah Dosen ITB bergelar Doktor dari Teknik Mesin pula, sebisa mungkin aku datang, selalu ada yang bisa dipetik, dan hampir semua yang kukenal atau baru kukenal beliau2 ini adalah orang2 yang mengagumkan dari segala bidang.
Ternyata perkiraanku tepat, tidak salah, dimulai dari definisi tentang design, beliau menerangkan ada 3 jenis design, routine design, innovative design dan creative design, dengan bahasa ilmiah yang masih bisa ditangkap oleh orang awam penjelasannya sangat menarik. Ditengah2 cerita ilmiahnya, dengan pandainya beliau mengalihkan ke cerita seharian yang membuat ceramahnya berwarna dan tidak membosankan.
Pertama cerita sisipannya adalah, jangan mau kita jadi orang yang merugi, bahwa hari ini harus didesign lebih baik dari hari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini, kata-kata tersebut sering kudengar dari Aa Gym dan ternyata Aa Gym adalah guru spiritual beliau. Kemudian bahwa apabila kita berkarya atau bekerja harus selalu selaras dengan alam, apabila kita selaras dengan alam maka alam akan memberikan energinya pada saat kita berkarya. Bahwa suatu design ada lifetimenya itu adalah hukum alam apabila kita melawannya maka kita akan merusak keseluruhan alam dan merugikan kita sendiri. Contoh di beberapa negara suatu kendaraan boleh dipakai pada jangka waktu tertentu misalnya 7 tahun, lewat dari 7 tahun maka kendaraan itu harus dibikin jadi scrap, tidak boleh dipakai lagi. Mereka sadar bahwa kendaraan itu ada batas masa pakainya, artinya mengikuti hukum alam. (aku jadi teringat peristiwa Adam Air, mungkin karena kita ingin melawan hukum alam yang jadi korban adalah manusia itu sendiri).
Kemudian bahwa seorang anak itu bisa didesign jadi anak yang sholeh, itu memang kenyataan, dimulai dari masa si anak berada dalam kandungan, para ibu dijaga kestabilan jiwanya agar tidak jadi emosional, jaman dahulu sejak anak berada dalam kandungan menjaga kestabilan jiwa sang ibu adalah dengan banyak mengaji, fokus kepada hal2 yang spiritual agar selalu mengingatNya sehingga membuat kestabilan jiwa sang ibu terjaga. Bagaimana tingkah ibu saat mengandung akan menular melalui tali pusar pada jiwa sang anak kelak.
Kufikir beliau dari Bali dan Muslim, tapi kemudian beliau cerita bahwa beliau non muslim dan darimanapun kebenaran itu datangnya, beliau akan menerimanya, kata2 beliau sangat menyentuhku. Bahkan diantara muslim sendiri banyak yang saling mengkafirkan, bertindak sebagai Tuhan dan berlaku semena2 terhadap saudaranya sendiri yang jelas2 muslim.
Cerita lain beliau tentang perkembangan syaraf otak pada anak2 mulai bayi kemudian tumbuh apabila perkembangan syaraf otaknya tepat maka akan dihasilkan manusia yang luar biasa bukan hanya dari segi kepandaian akademik saja. Sayangnya di Indonesia perkembangan otak anak itu sudah dibunuh pada saat pendidikan dasar. Daya kreativitas, budi pekerti tidak tumbuh secara benar. Anak2 dijejali kurikulum yang luar biasa banyaknya. Pendidikan dasar di Indonesia harus diubah total. Bahwa masa anak2 mereka seharusnya lebih banyak bermain, kalaupun belajar, pelajaran itu ada didalam permainan. Sehingga akan menumbuhkan daya kreativitas mereka dan anak2 jadi menyukai pergi ke sekolah.
“Apa sih tujuan kita menyekolahkan anak?” tanya beliau. Pak Wayan cerita kalau beliau menyekolahkan anak adalah agar anak2 menyenangi belajar. Itu dulu yang utama, bukan jejalan2 kurikulum yang membuat anak2 jadi stress dan tidak menyenangi belajar. Menurut beliau bahwa pelajaran pendidikan dasar tidak usah banyak2 cukup 4 saja, berhitung, mengarang, olah raga dan budi pekerti.
Benar sekali apa yang disampaikan Pak Wayan. Ada yang salah di semua sisi kehidupan kita baik di Pemerintah atau pada diri kita yang salah menerapkan tujuan dan menjalani kehidupan kita. Dan semua ini tentu berhubungan dengan kondisi negara kita saat ini. Coba kita lihat apa yang terjadi sekarang, semua ibu punya tujuan menyekolahkan anak adalah agar anak menjadi pintar. Agar mereka bisa sekolah di PTN ternama atau di kedokteran atau di LN, kemudian mereka lulus, bekerja dan mendapat uang banyak, hidup mereka terjamin, rumah besar, mobil mewah, sampai disitu masih bisa diterima, siapa sih ibu yang ingin anaknya sengsara?
Tapi, kalau mendapatkan semua itu dengan segala cara, mendekati guru, memberi sesuatu agar raport anaknya berada di level paling atas atau bahkan membeli soal pada saat UNAS, menyuap saat ingin memasukkan anaknya ke SMP, SMU Favourite. Apakah anak2 tidak melihat semua itu, hal inilah yang membunuh kesadaran sang anak. Mereka akan berfikir hal2 seperti itu tidak dilarang.
Maka lihatlah moral anak bangsa, karena kesadarannya telah dibunuh orang tuanya, korupsi wakil rakyat disemua daerah tanpa merasa malu, malpraktek dokter dimana2, bagaimana tidak, orangtua nya yang bersedia memberikan uang ratusan juta rupiah agar anaknya menjadi dokter, sementara sang anak tidak memenuhi kriteria standar masuk fak.kedokteran, mafia peradilan dimana2, manusia yang seharusnya memberikan keadilan, hanya adil pada dirinya sendiri, polisi prat-prit dimana2, bagaimana tidak, ratusan juta pula harus dikeluarkan agar bisa jadi perwira, dosen yang mempersulit anak didiknya karena mengharap yang lain selain kepintaran mahasiswanya, toh ibunya dulupun menambah honor diluar honor sang guru agar anaknya mendapat nilai bagus. Lalu kapan lagi kita akan merubah nasib bangsa kita kalau tidak dari sekarang?
Entry Filed under: kampus. .
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed









1.
alief | Februari 23, 2007 at 6:55 am
Inilah hebatnya orang teknik mesin… bicara perancangan mesin, bisa sampai nembus ke pendidikan anak segala… Kan memang mesin itu tidak selalu identik dengan oli
2.
Goio | April 19, 2007 at 2:56 pm
Hihihihihi.. Pak Wayan bercerita soal reinkarnasi gak?
… dulu, kalo kuliahnya beliau, pastiiii aja sedikit menyebutkan masalah reinkarnasi
…
Wah, menarik juga tuh kalau Pak Wayan cerita ttg reinkarnasi
3.
rendra | Maret 18, 2008 at 12:42 am
He he he.. sudah lama nih, gak ketemu Pak Wayan. Saya masih punya hutang ke beliau
Ayooo, mas rendra punya utang apa??? bayar dunk
)
4.
aji gumilar | Juni 26, 2009 at 8:50 am
Beliau memang asyik dan mengagumkan, menyelaraskan antara pasti alam dan budaya, memang keselarasan yang menakjubkan.
5.
Haruman Wiranegara | Oktober 12, 2009 at 4:09 am
saya cita-cita pengen jadi rekannya pak wayan… jadi dosen ITB… heheh