Rahasia Shalat Tepat Waktu

Desember 10, 2006 at 4:26 pm 19 komentar

1. Manajemen Shalat
Manfaat shalat apabila kita kembangkan betul-betul, sangat luar biasa dan canggih dibandingkan dengan yoga. Sayang sekali tidak ada universitas yang sengaja mengembangkan teknik gerakan shalat ini, apalagi yang mempelajari manajemen yang terkandung dalam bacaan shalat. Coba kita pikirkan, kenapa manajemen yang terkandung dalam shalat sangatlah canggih?
· Doa Iftitah, yang kita ucapkan lima kali sehari, sebetulnya sama dengan mission statement kalau kita belajar manajemen strategi. Misi hidup yang manalagi yang lebih canggih dibandingkan dengan hanya mendapatkan keridhaan Allah, tidak musyrik dan menjalankan perbuatan islami?
· Al Fatihah, yang diucapkan minimal 17 kali sehari, merupakan objective statement. Tujuan hidup yang mana lagi yang lebih canggih dibandingkan dengan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan kebaikan seperti yang diperoleh para nabi dan rasul?
· Ayat-ayat lainnya setelah Al Fatihah merupakan petunjuk pelaksanaan dan pengendalian setelah selesai shalat untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Sebenarnya, Allah mengajarkan kita bagaimana menggunakan manajemen yang canggih sehingga menjadi kebiasaan yang efektif dan efesien dan dapat dilakukan tanpa harus sekolah MBA atau bahkan S3 sekalipun.

2. Rahasia Shalat Tepat Waktu
Mari kita lihat salah satu waktu shalat, yaitu Maghrib.
1. Maghrib hanya sebentar, terjadi perubahan Macro cosmis/ Sistem elektrik jagat raya, (manusia adalah miniatur dari alam semesta/ jagad raya) medan magnet tubuh kita akan ter-pengaruh. Ada sistem saraf yang otomatis diaktifkan jika kita khusuk melakukan gerakan shalat dan ini timing yang tepat dan sangat bermanfaat.
2. Pada saat yang bersamaan dengan arah yang sama bacaan shalat tersebut memancarnya frekuensi radio yang dapat menggetarkan sistem pengabulan doa jika syarat doa terpenuhi.
3. Shalat subuh, zhuhur, dan ashar pun juga demikian.

Kenapa Shalat Tahajud Malam Hari?
1. Cuaca pada malam hari biasanya dingin atau lembab, banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita menjadi beku. Sehingga kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kedinginan, bahkan kolesterol dan asam urat berubah menjadi pengapuran.
2. Saluran kelebihan uap air dari paru-paru ke ginjal yang ada di bagian belakang tubuh kita, kalau terlalu lama tidur akan tergencet berat tubuh kita sehingga menyebabkan paru-paru menjadi lembab dan saluran tersebut tersumbat. Saraf di belikat akan tersalut pengapuran. Kalau dibiarkan lama, akan menyebabkan paru-paru basah, dan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan sel paru-paru membusuk.
3. Jadi, memang shalat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah jadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan shalat malam, kita akan dapat mengendalikan urat tidur kita.
4. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat saraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita. Tidur dengan bantal yang tebal atau tinggi akan menyebabkan posisi klep jantung kita menjadi miring. Dalam jangka lama akan menyebabkan klep jantung kurang fungsional.

3. Gerakan Shalat Khusuk
Coba simak Al Baqarah 45.
1. Minta tolong kepada Allah dengan Sabar dan Shalat
2. Shalat itu Berat sekali, kecuali dilakukan dengan Khusuk
Dalam Al Fatihah, kita memohon hanya kepada Allah. Dan yang kita minta itu adalah jalan kebaikan, cara hidup yang lurus, yang bermanfaat, yang menghasilkan nikmat seperti yang pernah dicontohkan oleh para rasul dan nabi. Pertolongan itu akan diberikan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan, tapi harus sabar dan shalat (gerakannya dan aplikasi makna bacaannya).Shalat yang betul yang berbuah pertolongan tersebut berat sekali dilakukan. Walaupun begitu, lama-lama akan
tidak terasa berat bagi orang yang serius dan mengerti manfaatnya.
Kalau kita menganggap bahwa shalat adalah manajemen hidup kita maka minimal dia terdiri dari tiga unsur yang utuh/ sistemik. Ketiga unsur tersebut adalah Gerakan, Inti Bacaan, dan Aplikasi Shalat dalam kehidupan.Bagian ke dua ayat di atas menyatakan bahwa shalat itu berat sekali. Apa maksudnya? Maksudnya adalah gerakan
shalat yang akan membetulkan posisi atau mengaktifkan sistem saraf di tubuh kita sangat berat dilakukan. Walaupun berat sekali, tetapi dapat dilakukan oleh orang yang mengerti manfaat, serius, dan sabar hingga menghasilkan manfaat berupa perbaikan sistem saraf di tubuhnya.Coba pikirkan, jika cara gerakan shalat kita asal-asalan apakah ada urat saraf yang dibetulkan? Apakah betul pintu oksigen ke otak akan terbuka? Apakah ada tuas sistem keringat akan tertarik? Apakah maksimal manfaat gerakan shalat itu untuk perbaikan sistem saraf di tubuh kita. Kalau begini yang kita lakukan jelas bertentangan dengan ayat Allah, Al Baqarah 45, dan celakanya kita akan tergolong orang yang lalai dalam shalatnya. Pantas, pertolongan tidak datang kepada kita, dan membikin kita jadi tidak sabar lalu cari jalan pintas, jadilah kita kufur, musyrik, munafik, melintir ayat dan kita jadi makhluk yang buruk yang menurun kepada generasi berikutnya dan tidak terasa kalau kita telah berdosa besar kepada generasi berikutnya.
Dahulu, waktu pertama kali shalat diperkenalkan oleh Rasul, betul bahwa dengan asal gerak saja akan dapat langsung menggetarkan sistem saraf di tubuh kita. Tapi waktu itu saraf manusia belum tercemar oleh kolesterol, asam urat, gula darah, dan pengapuran. Udara belum tercemar oleh karbon monoksida atau efek rumah kaca belum terjadi, bahkan diyakini mereka tidak merokok, badan mereka sering berkeringat, belum ada kerja kantoran yang duduk di belakang meja. Coba sekali lagi kita pikirkan, kondisi sekarang, terutama di negara kita sebaliknya, makan jeroan, gorengan, nasi kebanyakan, purin kebanyakan, lalapan mentah plus terasi, gemar merokok, asap knalpot di mana-mana, air tercemar polusi limbah pabrik kimia, makan obat kimia atau anti biotik, senang korupsi, percaya dukun, dan ‘jajan’ di lokalisasi. Kita ini negara yang terbesar di dunia yang mengaku beragama Islam. Tetapi, kenapa kerusakan terjadi di mana-mana? Coba jawab sendiri!
Bagaimana kita dapat hijrah dan jihad terhadap lingkungan yang seperti ini? Mari kita sama-sama mempelajari, melaksanakan dengan utuh shalat yang menghasilkan manfaat, dan jadikan shalat ini manajemen hidup kita. rubah diri kita sendiri, lakukan perbuatan yang baik-baik saja, orang lain akan mengikuti kita untuk berbuat baik.
Ayat di atas jangan diplintir menjadi : Sesungguhnya Shalat Khusuk itu serat sekali atau Khusuk dalam shalat itu berat sekali!
Plintiran seperti ini akan menyesatkan sekali, karena kita dapat nenganggap bahwa karena khusuk itu berat sekali dilakukan dan nyaris tidak mungkin, jadilah dia asal shalat, malas shalat, bahkan tidak shalat.
Pengertian khusuk di sini jangan diplintir menjadi: Khusuk adalah shalat yang tidak melakukan gerakan di luar tata tertib standard. Marilah kita gunakan pikiran kita dan dapatkanlah manfaat dari setiap gerakan shalat yang membetulkan sistem saraf di tubuh kita. Kita meski malu kepada diri kita sendiri kalau kita asal shalat atau tidak shalat. Sadarlah bahwa shalat itu adalah manajemen hidup yang terbaik yang diajarkan oleh Allah yang Maha Tahu dan memiliki seluruh alam semesta beserta isinya termasuk diri kita sendiri. Sebenarnya, shalat adalah obat segala penyakit dan pertanggunganjawab hidup atau kualitas hidup. Kesehatan jiwa dan raga, sebenarnya, tergantung kualitas shalat kita. Sesungguhnya shalatku, amal ibadah dan perbuatan sepanjang hidupku sampai aku mati adalah untuk mendapatkan keridhaan Allah saja! Dan aku tidak akan berbuat musyrik.
Coba teguhkan ikrar atau sumpah kehidupan kita yang setiap hari minimal lima kali diucapkan pada permulaan shalat. Ini adalah mission statement yang terbaik menurut aturan Allah, sebelum kita menyatakan tujuan hidup (objective statement) dalam Al Fatihah, yaitu hidup di jalan yang lurus.

4. Hubungan Makanan, Pakaian, dan Pijat
Sebenarnya, kalau kita shalatnya di daerah berhawa panas seperti Arab dan rutin dilakukan semenjak kecil, tidak makan jeroan, sering berkeringat, tepat waktu, tepat bacaan, tepat gerakan, banyak minum air mineral dengan pakaian longgar dijamin tidak perlu dipijat. Hal ini dimaklumi karena tubuh selalu lentur, kolesterol/asam urat selalu terbakar, cairan tubuh selalu dibilas. Pantas orang Arab yang di Arab kuat tubuhnya. Tapi setelah di Indonesia, makan banyak nasi dan jeroan, kurang berkeringat, pakaian sempit, jadi loyo juga. Ini pengalaman nara sumber saat memijat orang Arab yang sudah lama di Indonesia.
Nah, bagaimana dengan kita yang di Indonesia yang kebanyakan makan nasi, jeroan, lalapan + terasi, jarang shalat dari kecil, udara sejuk, jarang keringat, banyak merokok, makan antibiotik, makan paracetamol, bahkan alkohol, sering ke dukun, berbuat musyrik, kufur, munafik, mengembangkan riba, melokalisasi prostitusi, melintir ayat, berbuat khianat? Tentu dan dapat dipastikan banyak lemak jenuh dan asam urat, pengapuran di tubuhnya, banyak saraf yang terjepit bahkan mati rasa sehingga mengakibatkan banyak penyakit dan sakit-sakitan.
Coba kita lihat, 90% negara ini mengaku beragama Islam, tetapi kenapa urutan keempat terkorup di dunia? Coba lihat, 90 % mungkin pemimpinnya yang Islam sudah naik haji, kenapa pimpinan DPR pun disangka korupsi? Padahal, makna haji adalah kesempurnaan keimanan, jangan hanya merasa bahwa pergi haji itu karena diundang oleh Allah, padahal pulang haji malah menumpuk kekayaan. Malu kita kepada golongan yang kafir. Kalau demikian, betul dong bahwa Islam dirusak oleh orang yang beragama Islam sendiri. Malu-maluin aja!!!

5. Kebiasaan Tidak Islami Merusak Saraf
Karena parahnya kerusakan di tubuh kita akibat kebiasaan yang tidak islami (tidak sehat dan selamat dunia-akhirat), maka untuk membongkar sumbatan, memperbaiki kelenturan tubuh, memperbaiki urat saraf dan aliran darah, tidak dapat dilakukan hanya dengan shalat apalagi kalau hanya asal shalat. Di sinilah kita harus mengembangkan teknik yang sederhana tapi mendasar dalam pengobatan ini. Jadi, sekarang setelah sadar dengan adanya tanda-tanda kerusakan dan itu jelas akibat perbuatan kita yang melanggar aturan terbaik atau melaksanakan aturan dengan tidak utuh, mari kita sam-sama bertobat dan berobat dengan mengembangkan dan mengimplementasikan teknik gerakan shalat dan berwudhu, tanpa menggunakan lagi obat kimia yang ditelan bulat-bulat, supaya hidup kita menjadi hemat, selamat di dunia dan di akhirat.
Sayang sekali, negara yang potensi alamnya sangat kaya ini, malah rakyatnya makin melarat, akibat ulah pemimpin keparat yang bersekongkol dengan konglomerat. Negara tetangga kita pun sampai hati mengusir dan memulangkan sekitar 450.000 tenaga kerja dari negara kita. Mau ditaruh di mana muka ini? Alangkah menyedihkan, coba lihat Ibu Kota Jakarta yang kita banggakan, hampir saja nyaris tenggelam.

Kesimpulan
1. Shalat: “Ilmu kesehatan yang fundamental (mendasar)”
2. Rukuk dan Sujud: “Kebutuhan fundamental setiap manusia”
3. Aplikasi Shalat dalam Prilaku: “Pondasi/sistem kehidupan yang terbaik”
4. Tobat, Shalat & Pijat : “Pengobatan yang fundamental”
5. Persepsi yang keliru:
a. Obat = ” Sesuatu yang dimakan/ditelan”
b. Kalau sakit berobatlah ke dokter
c. Paracetamol, anti biotik, pembunuh rasa sakit = Obat
6. Menuju kemenangan tidak sama dengan memperoleh kemenangan.
7. Dosa = Penyebab tidak langsung penyakit
8. Rasa Linu, Sakit Dipijit, Mati Rasa = Tanda-tanda ada penyakit
9. Puasa = Berwudhu jiwa dan raga
10. Keadilan Allah terkait prilaku kita
11. Akhirat = Setiap Saat, Akhirat yang Paling Akhir= Matinya seseorang = Kiamat kecil, Hancurnya Alam Semesta = Kiamat Besar
12. Kemenangan Besar = Sehat Jiwa & Raga, Rejeki Halal=Surga di dunia diperoleh jika sabar, waspada, takwa, shalat & zakat.

Posted by: “firliana putri”

Entry filed under: moslem. Tags: .

Perguruan Tinggi Diminta Pertegas Orientasi Anjuran Untuk Menikah

19 Komentar Add your own

  • 1. chuya  |  Desember 11, 2006 pukul 5:06 pm

    leh dong kenal

    Balas
  • 2. lenijuwita  |  Desember 13, 2006 pukul 2:20 am

    Boleh dunk Chuya, salam kenal juga sukses selalu

    Balas
  • 3. r3dh4  |  Desember 22, 2006 pukul 6:08 pm

    terimakasih atas semua kata2 bijak ini yg tlah buka pintu hati dan pikiran ku. Thank for you my bro

    Balas
  • 4. anggie  |  Januari 2, 2007 pukul 3:05 am

    ini hebat sekali, semoga banyak orang yang akan semakin mengerti manfaatnya. amin :)

    Balas
  • 5. Nina  |  Januari 8, 2007 pukul 7:47 am

    boleh dong tau referensi artikelnya.

    Balas
  • 6. lenijuwita  |  Januari 8, 2007 pukul 1:13 pm

    saya dapat dari salah satu milis, Nina. Ditulis oleh firliana putri, kalo tidak salah dari milis daarut tauhid deh :) salam

    Balas
  • 7. singgih  |  September 15, 2007 pukul 4:29 am

    Makasih buat semua penjelasan yang Insya Allah bermanfaat bagi semua yang membacanya.Salam.

    Balas
  • 8. sodik amin  |  September 23, 2007 pukul 4:06 am

    Wah luarrrr biasa, semoga bermanfaat buat kita semua.

    Balas
  • 9. nunung  |  Oktober 5, 2007 pukul 3:53 am

    thanks

    Balas
  • 11. Akhwat  |  April 25, 2008 pukul 8:47 am

    Jazakillah ya Ukhti…
    Moga ana bisa mengamalkannya…
    Good job…

    Balas
  • 12. sufimuda  |  Mei 17, 2008 pukul 11:48 pm

    Tidak mungkin shalat menjadi khusuk kalau kita tidak mengenal ALLAH SWT dengan sebenar-benar kenal, ketika kita membaca IFTITAH, “Kuhadapkan wajahku kepada Wajah Allah yang menciptakan langit dan bumi…”
    Kalau belum mengenal wajah-Nya, sungguh definisi shalat khusuk yang kita maksudkan hanyalah khusuk dalam definisi kita, khusuk dalam fikiran kita saja bukan khusuk dalam hati.

    “Ash-shalatul Mikrajul Mukminin” Shalat itu mikraj bagi orang Mukmin, saat kita shalat rohani kita naik menuju kehadirat Allah SWT.

    Shalat akan berkualitas apabila zikir berkualitas, itulah kenapa zaman Nabi di Mekkah tidak ada perintah shalat, yang diajarkan oleh Nabi adalah Berzikir menTauhidkan Allah SWT, baru kemudian menegakkan shalat.

    Teknik Shalat khusuk dijelaskan dalam surat Al-‘Ala: “Qad-af lahaman tazakka wazakarasmarabbihi fa shalla”
    Beruntunglah orang yang telah DISUCIKAN ZIWANYA, kemudian dia BERZIKIR menyebut nama TUHANnya kemudian dia Shalat.
    Kalau Rohani kita belum disucikan oleh ARWAHUL MUQADDASAH RASULULLAH tidak akan bisa berkonsentrasi dalam zikir, kalau zikir belum sempurna sudah pasti shalat kita amburadul, mulai dari rakaat pertama sampai terakhir yang kita ingat hanyalah sajadah, dinding mesjid, masalah2 hidup kita, tanpa sadar kita telah melakukan tindakan syirik (mengingat selain dari Allah SWT)

    Inti daripada seluruh Ibadah adalah “MAKRIFATULLAH”, sebagaimana firman Allah SWT, “Awaludinni Makrifatullah” artinya “Awal beragama adalah mengenal Allah”. Kalau sampai saat ini kita belum mengenal Allah SWT sebagaimana DIA ingin dikenal, sungguh kita belum terhitung orang yang beragama.

    Seorang Ulama ketika ditanya bagaimana cara shalat menjadi khusuk? Beliau menjawab : “Jangan kau tanyakan bagaimana cara shalat menjadi khsusuk tapi tanyakanlah apa yang membuat shalat itu tidak khusuk?”

    Salam

    http://sufimuda.wordpress.com

    Balas
  • 13. zulfian  |  Agustus 30, 2008 pukul 8:29 am

    subhanallah. sungguh luar biasa apa yang telah dipaparkan. itulah tanda keMAHA BESARAN ALLAH SWT.

    Balas
  • 14. Zahra  |  Januari 8, 2009 pukul 12:59 pm

    Assalamualaikum…?
    Saya sangat tertarik dg pembahasan tentang bagaimana untuk dapat khusu’ dlm shalat.selain khusu’ dlm shalat kita juga harus memperhatikan,Apakah shalat kita slalu tepat waktu?karena dg shalat tepat waktu kita bisa lebih kenal dg Allah Swt,kita bisa lebih mementingkan Allah,ketika waktu dimana Allah memanggil untuk mengingatnya(waktu shalat tiba).wassalamualaikum.wr.wb

    Balas
  • 15. Meta  |  Maret 23, 2009 pukul 7:07 pm

    Tq y atas info ny karna sangat brguna bwt aq

    Balas
  • 16. Yus  |  Maret 29, 2009 pukul 6:10 am

    Sholat dan zakat adalah kewajiban dari Allah swt,tak perlu dipikir2 lagi, gimana ini itu, kok bisa begini kok bisa begitu, yang di uji taqwamu, di uji dengan kaya,miskin,sehat,sakit,rupawan,jelek,cinta,merana,dimata Allah swt sama yang beda adalah taqwamu,orang yang bertaqwa adalah orang yang SUKSES ,Patut untuk diperjuangkan

    Balas
  • 17. yaqub  |  April 27, 2009 pukul 1:04 pm

    sangat bermanfaat, moga berkah….

    Balas
  • 18. wira wijaya  |  Mei 4, 2009 pukul 7:18 am

    Subhanallalh artikelnya sangat bagus, thanks bgt sangat berharga buatku…
    salam kenal dari ku. :)

    Balas
  • 19. Muh. Nur  |  Mei 20, 2010 pukul 7:15 am

    Terima kasih atas makalahnya tentang shalat khusyuk aku jadi tambah iman lagi dan tambah ilmu agama.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Album Photo

Seminar Anak MimHA

S528394 02

meandanne

More Photos

This website is worth
What is your website worth?

Kunjungan Temen

  • 222,469 hits

Catatan Lalu

Jadwal

Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: